BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Yayasan Diffable Action Indonesia menggelar pelatihan ICT dan motivasi bagi warga-warga berkebutuhan khusus di Kantor Telkom Witel Lampung, Jumat (11/1/2019). Pelatihan itu menjadi langkah bagi penyandang cacat untuk tetap dapat produktif pada era Revolusi Industri 4.0.

Ketua Yayasan Diffable Action Indonesia Teguh Prasetianto menjelaskan pelatihan tersebut sebagai bentuk mengembangkan sayap difabel untuk mengangkat potensi daerah. Untuk menyadarkannya, pihaknya sudah memetakan produk unggulan Lampung, seperti pisang yang pada umumnya diolah menjadi keripik, pie, dan lainnya.



"Tapi kawan-kawan di Lampung kami coba ajarkan bisa memproduksi di luar itu, seperti memanfaatkan limbah pisangnya. Nantinya, penjualan dilakukan melalui internet telepon seluler," kata Teguh dalam pelatihan.

Menurutnya, kegiatan diikuti sekitar 50 peserta penyandang tunadaksa itu juga dilatih memiliki keahlian desain grafis menggunakan aplikasi photoshop. "Untuk mengangkat anggota yayasan ini agar lebih mudah dalam berproduksi dan memasarkan produknya, kami juga akan mencoba menjalin kerja sama dengan Telkom. Terlebih, Telkom sendiri sudah membuka peluang," ujarnya.

Senada, General Manager Telkom Witel Lampung Muhamad Hasan Hamdani mengatakan pelatihan tersebut memiliki dampak penting bagi kemampuan penyandang cacat dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sebab, era tersebut memberi dampak perubahan yang signifikan melalui penggunaan teknologi.

Hal itu membuat banyak berbagai bidang pekerjaan tidak menggunakan tenaga manusia lagi, tetapi lebih efektif dan efisien dengan sistem teknologi.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR