KALIANDA (Lampost.co)--Puluhan warga Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, berunjuk rasa menuntut Kepala Desa (kades) transparan dalam pengelolaan Dana Desa, Kamis (14/3/2019) sekitar pukul 13.00.

Aksi unjuk rasa warga yang didominasi para pemuda dilakukan di depan kantor desa setempat dengan membakar ban. Unjuk rasa puluhan warga merupakan aksi lanjutan yang dilakukan sejak Rabu (13/3/2019) malam kemarin.
Puluhan warga yang berunjuk rasa mengaku sangat kecewa dengan tidak transparan Pj Kades Cintamulya, Dwi Hariani dalam lakukan pengelolaan DD selama ini. "Tidak transparan dalam pengelolaan DD selama ini," tuding Wahyu (31), warga setempat. 
Setelah lakukan pengecekan APBDes tahun 2018 banyak kejanggalan-kejanggalan kegiatan yang dibuat, sehingga hal itu menjadi protes warga."Banyak kegiataan yang janggal tidak sesuai realitanya," ujarnya. 



Selain itu, warga mempertanyakan pelayanan pemerintahan desa yang kerap membuat masyarakat kecewa, karena kantor desa setempat sering tutup padahal masih jam kerja.
"Kantor desa sering tutup, tidak ada pelayanan, ini yang menjadi pertanyaan kami," kata Budi (25) warga lainnya. 

Sementara itu, Pj Kades Cintamulya, Dwi Hariani mengapresiasi warga yang menyampaikan aspirasi karena untuk kemajuan desa. "Kami terima dengan senang hati, karena untuk kemajuan desa," ujarnya.

Menurutnya, semua kegiatan yang menggunakan DD sudah dialokasikan, sedangkan tudingan warga akan menjadi koreksi."Ini akan menjadi koreksi dan siap di benahi namanya manusia tidak ada yang sempurna," kata dia.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR