BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit IV Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, kembali mengungkap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni, berinisial BP yang bekerja sebagai operator SPBKP di Gunung Sugih, Lampung Tengah, dan MS selaku sopir pickup pengangkut BBM, pada Selasa (4/9) lalu.



Kepada Lampost.co, Wadirreskrimsus Polda Lampung, AKBP Eko Sudaryanto, melalui Kasubdit IV Tipiter AKBP Daniel Binsar Manurung mengatakan, keduanya diamankan saat anggota sedang melirik dugaan penyimpanan BBM yang informasinya di dapat dari masyarakat.

Kemudian ketika berada dilokasi, terlihat mobil pickup dengan nomor polisi BE 9445 AX, mengisi BBM jenis solar di SPBKP AKR tersebut.

"Diisi ke puluhan Drijen, solar yang subdisdi yang dibeli dari AKR. Seharusnya enggak boleh, apalagi pake Drijen puluhan," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (7/9/2018).

Kemudian, aparat mengamankan supir truk tersebut, bersama operator SPBKP Tersebut.Dari pelaku diamankan barang bukti berupa, 1 unit mobil grand max nopol BE 9445 AX berikus STNK, 12 drijen yg sudah terisi bbm jenis solar dengan jumlah total 384 liter, dan 3 drigen belum terisi.

"Masih dikembangkan dan diduga ada kongkalikong antarpihak operator dan sopir tersebut," katanya.

Selain menetapkan keduanya sebagai tersangka, pihaknya juga memeriksa dua orang saksi yang diduga terlibat, yakni pemilik kendaraan tersebut sekaligus pengusaha elpiji dan BBM, serta supervisor SPBKP AKR tersebut. "Apakah keduanya terlibat atau tidak, masih kita dalami," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR