KALIANDA (La,post.co) -- Disaat umat muslim menjalankan salat Idulfitri 1438 hijriah, Y.Rahmat Kartolo (48) warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi,  Lampung Selatan, nekat gantung diri di rumahnya,  Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 8.30. Korban nekat mengakhiri hidupnya itu lantaran penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.



Menurut keterangan Kepala Desa Kedaung,  Lasiem, anak korban Putri menemukan ibunya tergantung di tiang rumahnya, usai pulang sala Id. 





"Saat itu kondisi rumah kosong ditinggal salat Idulfitri oleh anak dan keluarganya, dan hanya ada korban. Setelah pulang, mereka berniat ingin dan meminta maaf kapada korban. Namun, setelah dilihat korban sudah tergantung tak bernyawa," katanya,  Minggu (25/6/2017) malam. 



Sementara itu, Putri mengatakan ayah kandungnya  mengidap penyakit paru-paru yang tidak sembuh-sembuh selama 2 tahun terakhir. Bahkan, keyakinan tersebut telah dibuatnya dalam surat pernyataan kepada Pemerintah Desa setempat. 



"Kami sudah ikhlas. Mungkin ini sudah takdir bapak kami. Memang selama ini bapak kami telah mengidap penyakit paru-paru yang tak sembuh-sembuh. Jasad bapak sudah kami makamkam di TPU Dusun Kedaung Barat, Desa Kedaung," ujarnya.  



KALIANDA (La,post.co) -- Disaat umat muslim menjalankan salat Idulfitri 1438 hijriah, Y.Rahmat Kartolo (48) warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi,  Lampung Selatan, nekat gantung diri di rumahnya,  Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 8.30. Korban nekat mengakhiri hidupnya itu lantaran penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.



Menurut keterangan Kepala Desa Kedaung,  Lasiem, anak korban Putri menemukan ibunya tergantung di tiang rumahnya, usai pulang sala Id. 



"Saat itu kondisi rumah kosong ditinggal salat Idulfitri oleh anak dan keluarganya, dan hanya ada korban. Setelah pulang, mereka berniat ingin dan meminta maaf kapada korban. Namun, setelah dilihat korban sudah tergantung tak bernyawa," katanya,  Minggu (25/6/2017) malam. 



Sementara itu, Putri mengatakan ayah kandungnya  mengidap penyakit paru-paru yang tidak sembuh-sembuh selama 2 tahun terakhir. Bahkan, keyakinan tersebut telah dibuatnya dalam surat pernyataan kepada Pemerintah Desa setempat. 



"Kami sudah ikhlas. Mungkin ini sudah takdir bapak kami. Memang selama ini bapak kami telah mengidap penyakit paru-paru yang tak sembuh-sembuh. Jasad bapak sudah kami makamkam di TPU Dusun Kedaung Barat, Desa Kedaung," ujarnya.  


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR