KALIANDA--Lagi, sebanyak 11 warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan masuk ruang  puskesmas rawat inap (PRI) Kecamatan Ketapang, Minggu (4/6/2017) sore. Korban usia anak-anak dan remaja itu semula diduga keracunan setelah mengonsumsi es cincau hitam.

Namun hal tersebut dibantah Samsurizal, kepala ruangan PRI unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kecamatan Ketapang. Ia menjelaskan hasil observasi kesebelas anak-anak dan remaja itu menunjukkan terserang diare akibat mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.



"Hasil observasi yang kami lakukan, ke-11 warga ketapang itu terserang diare. Mereka sempat mencret dan muntah-muntah," kata Samsurizal kepada Lampost.co di ruang perawatan, Minggu (4/6/2017) malam.

Ia maklum masyarakat menduga ke-11 warga Ketapang itu keracunan makanan setelah mengkonsumsi salah satu produk olahanan pada saat berbuka puasa pada Sabtu (3/6/2017) sore lalu.
"Karena akhir-akhir ini lagi boming keracunan, masyarakat langsung menduga mereka keracunan makanan. Namun berdasarkan hasil obervasin mereka tidak mengalami indiksi keracunan makanan melainkan terseang diare," pungkasnya.

Menanggapi maraknya warga yang keracunan makanan, anggota DPRD Lampung Selatandari dari daerah pemlihan kecamatan setempat, Ahmad Muslim meminta Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan pengecekan tehadap makanan yang jajakan warga masyarakat untuk berbuka puasa tersebut.
"Apakah itu diare atau keracunan. Intinya makanan yang dikonsumsi masyarakat itu tidak sehat. Untuk itu, Dinas Kesehatan harus tanggap turun turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap jajanan yang ramai diperdagangkan menjelang berbuka puasa itu. Masyarakat kan gak tahu berbahaya apa tidak makanan tersebut," ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR