MESUJI (Lampost.co)--DYP, Kepala Samsat Mesuji menghilang setelah diduga melarikan sejumlah uang milik wajib pajak di Mesuji. Selain tidak bisa dihubungi, sudah 15 hari DYP tak masuk kantor.

Informasi dari salah satu petugas di Kantor Samsat setempat, Senin (28/8/2017), uang yang diduga dibawa kabur pelaku jika di kalkulasi mencapai Rp300an juta.
Dengan perincian, uang tunai setoran pajak di kasir Rp72 juta. Berkas pajak kendaraan roda empat titipan sekitar 10 berkas. "Jika dikali Rp4 juta aja berarti sudah 40 juta," ujar sumber di Samsat yang tidak mau di sebut namanya.



Belum lagi pengakuan Siregar, warga Desa Wayserdang, yang juga mengaku menitipkan uang Rp4 juta dan BPKB asli untuk bayar pajak. "Sudah lebih enam bulan, saya tanya belum selesai juga berkasnya, tiap mau saya temui, mengelak terus," ujarnya.

Bahkan, pelaku juga membawa uang stafnya di Samsat Mesuji Rp50 juta. Di sekitar kantor Samsat juga, Karmin, warga yang membuka usaha fotokopi, juga menjadi korban. Dengan kerugian Rp25 juta. "Waktu itu saya mau titip minta tolong ditransferkan ke anak saya untuk uang kuliah, malah ga di transfer, waktu saya tanya lupa, lalu uangnya terpakai," ujar Karmin.

Saat yang sama di Samsat juga datang beberapa menanyakan keberadaan Destra. Salah satunya Novan, warga Bandar Lampung. Ia mengaku mobil Xenia miliknya disewa oleh pelaku sejak tanggal 10 Juli 2017. "Uang rentalnya baru dibayar Rp4 juta. Tapi sekarang Destra ini tidak bisa dihubungi. Saya mau tarik mobil saya, informasinya malah sudah di gadaikan," ujar Novan.

Lampost.co berusaha menemuinya di Kantor Samsat, tapi menurut para pegawai DYP tidak masuk kerja hampir satu bulan. Bahkan, ada yang menyebutkan pelaku pergi ke Bali.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR