BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Elemen masyarakat dari Desa Sidoharjo, Way Panji, Lampung Selatan melaporkan kades Sidoharjo ke Mapolda Lampung, atas dugaan tindak pidana korupsi atau penggelapan, yang menggunakan dana desa.

Kades berinisial M, dilaporkan ke Subdit III Tindak Pidana Korupsi, Ditreskrimsus Polda Lampung dengan bentuk pengaduan masyarakat dengan nomor 001/SPP.TPK/IDEA/V/2019, atas dugaan menjual 10 kios pasar desa setempat ke pihak ketiga dengan nominal Rp275.653.991 pada tahun anggaran 2016 dibangun 50 kios pasar, 40 dari dana masyarakat, dan 10 unit tersebut dibangun dengan menggunakan dana desa.



Harga per kios cukup jika berpariatif, mulai Rp9-16,5 juta. "10 kios tersebut diduga dibangun di atas tanah desa dan pakai dana desa, hasil penjualannya tidak dimasukkan ke kas desa, kami duga tidak ada transparansi juga dalam pelaporan," ujar Ichsan Jaya Kelana dari Kantor Lembaga Hukum Yayasan Insan Desa Indonesia, Minggu (16/6/2019).

Kemudian Edy warga sekitar yang merupakan perwakilan dari masyarakat menduga, ada penyalahgunaan wewenang di tahun 2017. Pasalnya, pembangunan kios kembali dilakukan dan jumlahnya mencapai 50 unit. namun dari 18 kios yang dibangun, diduga menggunakan uang pribadi dirinya sendiri, bukan milik warga.

Lantas dugaan mencuat dari hasil investigasi warga dan Inspektorat Lampung Selatan, 18 kios tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi, yakni sektiar Rp50 juta ke pihak ketiga.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR