PRINGSEWU (Lampost.co)--Warga Pekon Banyu Urip Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, digegerkan dengan ditemukanya ibu rumah tangga (IRT) tergantung di pintu rumahnya sekitar pukul 06.30, Selasa (18/6/2019).

Awalnya Aprianti (25) anak korban yang pertama kali mengetahui ibu kandungnya tergantung di pintu rumahnya. Seketika Aprianti meminta tolong kepada tetangga dan dalam hitungan menit korban langsung di turunkan.



Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi, menjelaskan korban yang berusia sekitar 55 tahun, saat di turunkan dari pintu kamar masih dalam keadaan bernafas. Memang ikatan di leher yang menggunakan selendang warna biru terlihat cukup kuat bahkan tubuh korban sangat lemas. Dengan sigap petugas membawanya ke Puskesmas setempat tetapi nyawanya tidak tertolong. "Diduga korban kehabisan oksigen setelah beberapa menit tergantung di pintu rumah," ungkapnya.
Kapolsek menambahkan dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka lebam yang disebabkan bekas jeratan kain di leher bagian atas, bahkan anus korban keluar kotoran serta di bagian mata ada luka pecah merah yang disebabkan menahan rasa sakit yang amat sangat.

Kapolsek Sukoharjo Polres Tanggamus Iptu Deddy Wahyudi, mengatakan atas peristiwa tersebut pihak keluarga sudah mengihkaskan dan menolak untuk dilakukan autopsi.

"Jenazah langsung diserahkan pihak keluarga dan menolak untuk di autopsi," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang di himpun di lapangan, dugaan motif korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, karena tidak kuat menahan sakit asam urat yang menahun. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR