KALIANDA (Lampost.co) -- Diduga depresi karena permasalahan hidup, Supeno (60) warga Dusun Banyuwangi Rt/Rw 007/002 Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Gubuk Areal Persawaham Dusun Sidorahayu, desa setempat, Sabtu (21/4/2018).

Kepala Desa Bumidaya Dudi Hermana mengatakan, korban pertama kali diketahui oleh petani yang hendak menyemprot di lahan areal persawahan sekitar pukul 07.00 dan langsung dilaporkan ke aparat desa setempat. 



"Aparat desa bersama warga langsung cek ke lokasi dengan kondisi korban telah tergantung dan meninggal di palang kayu gubuk tersebut. Korban nekat mengakhiri nyawanya menggunakan tali tambang warna biru. Kami pun langsung melapor ke kepolisian," katanya kepada Lampost.co.

Sementara itu, Kapolsek Iptu Budi Purnomo mengatakan pihaknya telah terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, pihaknya bersama Puskesmas Rawat Inap (PRI) Bumidaya melakukan pemeriksaan luar (VER) terhadap korban. 

"Hasil pemeriksaan luar, lidah menjulur mengeluarkan liur, terdapat bekas jeratan tali padaleher bagian atas, Anus tidak terdapat faces (kotoran), Kemaluan terdapat cairan sperma dan Kaki menggantung. Yang jelas, kami tidak menemukan dibagian tubuh tanda-tanda kekerasan," kata dia. 

Menurut Mantan Kapolsek Sragi itu, korban nekat mengakhiri nyawanya diduga depresi karena permasalahan hidup serta faktor perekonomian yang sempit.

"Berdasarkan keterangam dari pihak keluarga korban ini merupakan tuna karya atau tidak memiliki pekerjaan. Jadi, dugaan sementara karena permasalahan hidup," kata dia. 

Budi mengatakan dari TKP pihaknya mengamankan barang bukti berupa tali tambang warna biru yang digunakan korban gantung diri dan sendal korban.

"Saat ini korban sudah dibawa kekediamannya untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU)," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR