BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Peningkatan Jalan Nusa Indah Raya, ruas Jalan Pulau Damar Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame disoal. Warga menilai pembangunannya dikerjakan asal-asalan dan rawan cepat rusak.

"Jalan Nusa Indah Raya cuma diisi batu 3-5, gak ada batu onderlaghnya. Tanah gak dikupas langsung ditimpah, parah ini mah," ujar salahsatu ketua RT yang meminta namanya tidak disebutkan didampingi sejumlah warga lainnya, Rabu (24/7/2019).



Selain itu fakta di lapangan, proyek yang dikerjakan CV Farouq & Family ini juga hanya menurunkan wales baby. Dalam pengerjaannya, tanah yang semestinya terlebih dahulu dikupas tapi tidak dikupas. 

"Wales baby yang turun. Tanah gak dikupas. Kalau hujan tetep kelelep. Pekerjaan ini mah 2- 3 bulan bisa ancur. Kalau gak pasang plang kita mah maklumlah. Namanya cari duit. Tapi kalau kelewat asal-asal mah, parahlah. Onderlah batunya ala kadar dan gak standar, disusun tidur pula ka pas di daerah genangan banjir," ungkap dia diamini ketua RT lainnya.

Dari penelusuran Lampung Post, pekerjaan ruas jalan ini dikerjakan oleh CV Farouq & Family senilai Rp 387.815.000

Sesuai spesifikasinya semestinya rekanan menyiapkan dump truck 3,5 ton 2 unit. Lalu Asphalt Mixing Plant (AMP) 50 – 60 ton/jam 1 unit, Asphal Sprayer 1 unit Compresor 4000 – 6500 L/M 1 unit, Three Wheel Roller 6 – 8 ton 1 unit, Tandem Roller 1 unit, Tire Roller    8-10 ton 1 unit.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR