BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengemudi ojek online sebagai mitra PT Gojek Indonesia mengadakan demonstrasi di kantor Gojek Lampung, Kamis, 5 September 2019. Hal itu dilatarbelakangi oleh pemotongan insentif sebesar 50%.

Terkait hal itu Head of Regional Corporate Affairs Gojek Lampung, Teuku Parvinanda mengungkapkan pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan mitra mereka. Menurutnya, pihak Gojek telah membahas hal itu lewat pertemuan rutin bersama mitra Gojek.



"Kami sudah sampaikan lewat diskusi di Kopdar Mitra Gojek, dalam forum tersebut mitra bisa menyampaikan langsung aspirasi dan masukan mereka," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Kamis, 5 September 2019, siang.

Ia menjelasakan penyesuaian insentif dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek. Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019, tentang tarif dasar dan tarif minimum.

"Penyesuaian skema insentif juga kami lakukan agar Gojek dapat terus melakukan berbagai inovasi, perbaikan sistem, standar pelayanan dan mendorong berbagai kegiatan promosi agar tetap menjadi platform pilihan publik," jelas dia.

Ia menambahkan, mitra pengemudi memegang peranan penting dalam perkembangan ekosistem Gojek khususnya di Lampung. Untuk itu pihaknya akan menerima masukan-masukan dari mitra pengemudi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR