KALIANDA (Lampost.co) -- Dari kejauhan sirene mobil ambulans milik Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, mulai terdengar di telinga. Sejumlah masyarakat yang akan dilintasi mobil ambulans itu terhanyut dengan sirine tersebut. 

Dibenak hati bagi yang mendengar sirine itu telah memahami dari suara tersebut. Bahkan, tak jarang sirine itu membuat hati deg-degan dan cemas. Bahkan Bertanya-tanya, siapa? Meninggal atau tidak?. 



Betapa tidak, bagi masyarakat yang ada di sepanjang Kelurahan Way Urang - Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda suara sirene bukan lah hal asing lagi ketika pasca bencana gelombang laut atau tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Jelas, suara keras dari sirine ambulans itu petanda bahwa sedang membawa jenazah korban bencana untuk di evakuasi di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Sebab, sejak dua hari terakhir hilir mudik mobil ambulans silih berganti membawa jenazah atau korban luka-luka. 

"Kalau sudah mendengar suara sirine ambulans, saya pribadi sudah cemas pasti ada korban lagi, baik meninggal maupun luka-luka yang dibawa. Bahkan, terkadang saya mengucap kalimat Inalillahiwainalillahiroji'un," kata Rodi'ah (46) salah satu pemilik warung makan di Desa Kedaton, Senin (24/12/2018).

Menurutnya, sejak Minggu - Senin (23-24/12/2018) sudah puluhan kali mendengar suara sirine ambulans yang hilir mudik ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. "Terkadang ada mobil dari kepolisian Dan BPBD yang membawa jenazah. Tapi,  kalau Senin lalu banyak ambulans membawa korban yang luka-luka," kata dia.

Sementara itu, Andri (49) salah satu pengojek di pangkalan ojek tidak jauh dari rumah sakit berplat merah itu berharap tidak ada korban lagi dari bencana tsunami itu. "Ya Allah, mas. Kalau sudah ada suara sirine mobil ambulans enggak kuat dengarnya. Sedih saya mendengar sirine itu," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR