SUKADANA (Lampost.co): Dinas Kesehatan Lampung Timur (Lamtim) mengimbau warga waspadai serangan penyakit diare. Pasalnya intensitas serangan penyakit yang tergolong juga cukup berbahaya jika tak segera ditangani tersebut dalam 10 bulan terakhir cukup tinggi di Lamtim. Sejak Januari 2017 hingga Jumat (20/10/2017) tercatat sudah 12.735 warga Lamtim yang terserang diare.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamtim, Mirwansyah, Jumat (20/10/2017) menjelaskan, penyakit diare sepintas nampak seperti penyakit-penyakit biasa lainnya. Karena itu tak salah jika masyarakat kerap memandang remeh serangan penyakit itu.
Padahal sebenarnya penyakit diare itu bisa dikatagorikan sebagai salah satu jenis penyakit yang juga cukup berbahaya. Sebab selain cepat menular, jika tidak ditangani secara serius akibat serangan penyakit ini bukan hanya membuat tubuh menjadi lemah karena selalu buang air besar, juga bisa mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan cairan (dehidrasi). Jika kondisi tubuh penderita yang diserang diare sudah seperti itu, hal itu sangat membahayakan karena tidak menutup kemungkinan bisa mengancam keselamatan jiwa penderitanya.
Lebih jauh Mirwansyah menjelaskan penyakit diare ini biasanya muncul tanpa mengenal musim. Sebab penyakit ini bisa saja muncul pada musim hujan, musim kemarau dan musim pancaroba. Tetapi yang sangat dominan dan memungkinkan serangan penyakit ini meluas adalah pada musim kemarau dan musim pancaroba. Musim kemarau sangat mendukung perkembangan penyakit itu, karena kondisi iklim atau cuaca yang cukup panas membuat lingkungan sangat berdebu.
Debu-debu atau kotoran itu kemudian berterbangan kemana-mana dan bisa jatuh pula di makanan yang dikonsumsi manusia. Konsumsi makanan kotor itulah yang akhirnya bisa mengakibatkan seseorang terserang diare. Sedangkan pada musim pancaroba, karena musim tidak stabil terkadang panas dan terkadang hujan, kondisi cuaca menjadi lembab. Kondisi cuaca yang lembab tersebut juga sangat mendukung berkembangnya penyakit diare.
“Jadi penyakit diare itu sebenarnya juga cukup berbahaya karena bisa mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Penyakit diare ini biasanya sangat dominant muncul dan mewabah pada musim kemarau dan musim pancaroba, karena kondisi iklim dan cuaca pada musim tersebut memang sangat mendukung berkembangnya jenis penyakit ini,” kata Mirwansyah.
Khusus untuk Lamtim sendiri, lanjut Mirwansyah, berdasar pada laporan yang diterima dari puskesmas yang tersebar di 24 kecamatan di Lamtim, sejak Januari 2017 hingga Jumat (20/10/2017) total warga Lamtim yang diserang penyakit diare mencapai 12.735 orang. Jika melihat angka tersebut artinya sejak Januari 2017 hingga kemarin, penyakit diare tersebut menyerang rata-rata sekitar 1.273 orang warga/bulan.
Serangan penyakit diare itu sendiri diprediksi masih akan terus meningkat, sebab musim saat ini yang memasuki musim pancaroba di mana kondisi cuaca cukup lembap memang sangat mendukung perkembangan penyakit diare tersebut.
Karena itulah, tandas Mirwansyah, agar warga luput dari serangan penyakit diare tersebut, maka diimbau agar seluruh warga dapat benar-benar menjaga sanitasi lingkungannya pada musim pancaroba seperti saat ini. Sebab jika sanitasi lingkungan tak dijaga pada musim pancaroba ini, maka lingkungan akan menjadi sangat kotor. Lingkungan yang kotor itulah yang sangat mendukung berkembangnya penyakit diare. Kemudian selain menjaga sanitasi lingkungan, diminta juga bagi warga yang terserang penyakit diare agar tidak menunda-nunda dan secepatnya datang berobat ke puskesmas atau petugas kesehatan terdekat. Sebab jika penderita diare ini lambat berobat dan ditangani tak menutup kemungkinan bisa mengancam keselamatan jiwa si penderitanya sendiri.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Lamtim sendiri akan terus berupaya membantu warga untuk mengantisipasi dan menanggulangi serangan penyakit ini. Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Lamtim, yaitu melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai penyakit diare, kemudian menambah stok obat diare untuk seluruh Puskesmas yang ada di Lamtim. Stok obat diare yang ditambah untuk seluruh puskesmas adalah, oralit, tablet zink atau antibiotik, dan lain-lain. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR