PARAPAT (Lampost.co) -- Ternyata di rumah pengasingan Tokoh Proklamator RI, Ir. Soekarno di Parapat, di bibir Danau Toba, Parapat, Sumatera Utara, ada terowongan sepanjang tiga kilometer menuju perbatasan kota.

Rumah dan terowongan itu dibangun oleh Belanda pada tahun 1820. Di atas lahan dua hektare, rumah bergaya Eropa berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi taman.



"Rumah ini menjadi saksi bisu sejarah, bagaimana Bapak (Bung Karno, red) bersama Haji Agus Salim, dan Syahrir diasingkan," kata Nizam (45), penjaga pesangerahan Bung Karno, Jumat pagi, 30 Agustus 2019.

Wartawan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain dari Danau Toba melaporkan bahwa, di rumah ini Bung Karno dkk., dijaga ketat oleh tentara Belanda selama dua bulan.

Rumah berlantai dua ini juga, dilengkapi tiga kamar tidur, ruang tamu, dan dapur. Di dalam rumah itu juga ada jalan -- terowongan bawah tanah sejauh 3 km. Jalan rahasia ini digunakan Belanda untuk melarikan diri.

"Panjangnya tiga kilometer. Ujung terowongan berada di perbatasan kota. Saat ini, ditutup karena sangat berbahaya karena tidak ada lagi aliran oksigen, lagian pengaruh belerang dari gunung api," kata Nizam menjelaskan.

Dari rumah pengasingan Bung Karno ini, bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba -- menghirup hawa pegunungan yang dingin.

Parapat juga adalah sebuah kota kecil yang terletak di tepian Danau Toba. Kota ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Simalungun.

Parapat merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Sumatera Utara.

Dari kota bersejarah ini, bagaimana pesiden pertama itu mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada Agresi Militer II.

Pada akhir Desember 1948, tiga pemimpin RI yakni Bung Karno, Haj Agus Salim, dan Sjahrir dibuang ke Sumatera Utara.

Awalnya mereka ditempatkan di Berastagi. Namun tidak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat.

Masih menurut Nizam, hingga akhir Januari 1949, Bung Karno dipindahkan ke Pulau Bangka. Dia kembali bertemu Bung Hatta. Wakil Presiden pertama ini juga diasingkan oleh Belanda ke Pulau Timah.

Dari rumah pengasingan Bung Karno ini juga, terlihat beberapa lukisan, perabotan rumah, kursi yang dulu dipakai masih terawat.

Megawati Soekarnoputri pernah menginap di rumah ini. Bahkan Presiden ke-5 ini, menempati kamar sang ayahnya, Bung Karno.

Yang jelas, rumah pengasingan Bung Karno ini masih berdiri megah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utaramenjadikan rumah bersejarah itu sebagai mess Pemda.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR