BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Kabupaten Pesisir Barat menyuguhkan potensi budaya daerahnya yang mendunia dalam anjungan Kabupaten Pesisir Barat pada ajang Lampung Fair 2019 yang mengusung tagline "Kilau Lampung Semarak Sumatera" pada 19 April-3 Mei 2019 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. 
 
Mulai dari kebudayaan tradisional dan modern dipamerkan dalam event tersebut dengan semangat kekinian era revolusi 4.0. Untuk kebudayaan daerah Kabupaten dengan moto Helauni Kibaghong atau Indahnya Kebersamaan ini menyuguhkan akrilik atau patung Bebai Nyucun Pahar, Bebai Ngantak Uyan Sasuduk dan replika Replika Ikan Tuhuk yang sudah dikenal mendunia. Kemudian ada pelaminan Adat Lampung Pesisir. 
 
Kabag Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Tanwir mengatakan Bebai Nyucun Pahar dalam bahasa Lampung, bebai artinya perempuan, Nyucun artinya penjunjung diatas kepala, sedangkan Pahar adalah semacam wadah panganan berkaki. Kegiatan tersebut hanya ada di Krui dan satu-satunya Pesir Barat tidak ada di daerah lain. 
 
"Bebai Nyucun Pahar sudah pernah berhasil memecahkan rekor MURI dan rekor dunia dalam acara festival Bebai Nyucun Pahar dengan peserta terbanyak," katanya, di Anjungan Pesisir Barat, Rabu (1/5/2019). 
 
Sementara Bebai Ngantak Uyan Sasuduk dalam bahasa Lampung Bebai artinya perempuan, Ngantak artinya membawa, Uyan Sasunduk berarti bahan makanan/bahan pokok untuk membantu saudara yang sedang hajatan/pesta. 
 
Kebiasaan masyarakat pesisir setiap ada acara pernikahan biasanya ibu-ibu berpakaian baju kebaya, mengenakan sinjai (sarung) tapis dan selendang penutup kepala akan jalan beriringan beramai-ramai seraya memikul bakul anyaman bambu berisikan bahan pokok makanan. 
 
"Kondisi masyarakatnya sangat ramah. Kebudayaan-kebudaan yang ada sangat menarik untuk dieksplor dan dikenalkan sampai manca negara," katanya. 
 
Kemudian ia juga menjelaskan, di Pesisir Barat ada ikan tuhuk yang menjadi ciri khas dan ikon Pesisir Barat. Krui merupakan Ibukota Kabupaten Pesisir Barat yang lokasinya strategis di daerah pesisir samudera hindia. Disana banyak terdapat ikan blue marlin atau dalam Bahasa Lampung Pesisir disebut ikan tuhuk. 
 
"Krui juga terkenal dengan ciri khas kuliner ikan tuhuk yang selalu diserbu oleh wisatawan lokal maupun wisatasan mancanegara," katanya.
 
Sementara itu pengunjung Anjungan Kabupaten Pesisir Barat, Oktaviana Sari mengatakan dirinya berkunjung di Pesisir Barat karena tertarik dengan isi pamerannya. Mahasiswi Universitas Malahayati ini kagum melihat desain anjungan dengan konsep modern serta kearifan lokal. 
 
"Bagus anjungannya tadi udah liat kerajinannya. Kemudian nyoba virtual surving 3 dimensi berasa seperti main papan selancar diatas ombak pantai," kata warga Kabupaten Tulang Bawang ini. 


 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR