BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Peserta diterima di SMAN melalui ujian mandiri (UM) juga memberikan sumbangan pengembangan istitusi (SPI). Besaran SPI yang dibahas dan dihitung komite sekolah itu, di sejumlah daerah terutama di pedesaan, peserta diperkenankan mencicil SPI.

Sekretaris musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung, Achmad Imanuddin kepada lampost.co, Rabu (13/6/2018) mengatakan di sejumlah daerah pendaftar yang diterima melalui UM di SMAN tidak semua berasal dari keluarga mampu.



Kondisi tersebut menurutnya karena masyarakat di daerah terutama di pedesaan yang mendaftarkan putra putrinya di SMAN tidak seperti masyarakat di perkotaan mempunyai penghasilan yang baik.

“Kalau pendaftar UM SMAN di desa tidak bisa disamakan dengan di kota. Kami di daerah ini tetap menerima peserta dari keluarga biasa-biasa saja, untuk memenuhi daya tampung sekolah,” ujar dia yang juga sebagai Kepala SMAN 1 Padang Cermin, Pesawaran ini.

Menurut dia, peserta yang diterima tetapi belum mampu melunasi SPI yang ditentukan satuan pendidikan, peserta diperkenankan mencicil sesuai kemampuan dengan catatan melakukan konsultasi kepada komite sekolah mengenai kesanggupan waktu pembayaran.

“Seperti di tempat kami, peserta yang belum mampu melunasi SPI boleh mencicilnya, bahkan sampai 3 bulan ke depan, asalkan sudah ada perjanjian dengan komite sekolah kapan waktu pelunasannya,” ujar dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR