PRESIDEN Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/6/2018). Dibangun di atas lahan 142 hektare, total anggaran pembangunannya direncanakan sebesar Rp3,97 triliun.

Jokowi berharap universitas dengan desain futuristik tersebut akan menjadi pusat kajian dan penerapan peradaban Islam Indonesia di dunia, khususnya Islam Wasathiyah atau Islam moderat.



Berdasar pada masterplan, di kawasan UIII itu akan didirikan gedung fakultas, rektorat, perpustakaan, gedung serba guna, pusat olahraga, taman cagar alam, taman suaka religi, hingga rumah permanen untuk mahasiswa berkeluarga, karyawan, dan tenaga pengajar. Meski direncanakan empat tahun, bangunan fakultas diyakini rampung tahun 2019 dan sudah dapat langsung digunakan.

Dengan fungsi strategis MIII sebagai pusat kajian, penelitian, dan implementasi peradaban Islam moderat di Indonesia dan dunia, saat direncanakan dua tahun lalu Presiden Jokowi meminta agar dibangun di atas lahan seluas 1.000 hektare.

"Karena saya tidak mau setengah-setengah permintaan saya saat itu minta (universitas dibangun) di atas lahan 1.000 hektare," ujar Presiden Jokowi dalam acara peletakan batu pertama. (Kompas.com, 5/6)

Namun, rupanya mencari lahan seluas itu di Pulau Jawa bukan perkara mudah. Kepada tim, Presiden Jokowi pun mengajukan usul agar universitas tersebut dibangun di luar Pulau Jawa. Namun keseluruhan tim tidak setuju dengan usul Presiden itu. Akhirnya tim mencari lahan yang luasnya paling mendekati permintaan Presiden Jokowi.

Akhirnya, tim menemukan lahan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dekat akses jalan alternatif Jakarta—Bogor.

Mengenai tenaga pengajarnya, selain hasil rekrutmen tenaga dosen lokal, sejak jauh hari pemerintah telah mengadakan hubungan dengan Universitas Al Azhar, Kairo. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani telah membahas rencana kerja sama tersebut dengan Grand Sheikh Al Azhar, Ahmad Mohamed Tayeb, di Kairo 26 April 2018.

Dengan kerja sama Al Azhar mengembangkan UIII tersebut, menurut Puan, bisa mendapatkan tenaga pengajar yang kompetitif di bidangnya. (Kompas.com, 27/4) Selain standar kualitas kampusnya berkelas internasional.

"Insya Allah, Al Azhar siap mengirim dosen ikut mengajar di UIII agar cepat berkembang. Sangat senang bertemu keluarga Bung Karno," ujar Grand Sheikh, seperti dikutip siaran pers Kemenko PMK.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR