BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ditengah guyuran hujan deras, rombongan aksi bela Palestina terus berlangsung. Kurang lebih 2.500 orang dengan semangatnya terus meneriakan Allahuakbar dengan lantang dan mengecam pernyataan Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Masa mulai bergerak usai salat asar berjamaan. Kemudian melakukan long march dari Masjid Taqwa Bandar Lampung bergerak menyusuri Jalan Raden Intan menuju bundaran Tugu Adipura, Selasa  (12/12/2017).

Aksi Damai Bela Palestina, tersebut terdiri dari berbagai ormas Islam yang ada di Lampung seperti KNRP, AVI, GNPF Ulama Lampung, Paham  Lampung, Hidayatullah, IIBF Lampung, FKAR, Dewan Dakwah, FPI Lampung, ODOJ Lampung, FSLDK Puskomda Lampung. Kemudian juga ada Komunitas Alumni 212 Lampung, Gamish, IMM, MIUMI, BKSPPI, FKPP, Al Irsyad  Al Islamiyyah, GPII, Khoiru Ummah, Al Khairiyah, KBPII, BKPRMI, KAMMI, FORKAPMI, MPI, KPGJL, Fosar, Fornusa, Lampung, GMI, RQN Lampung, IKADI, BKMT, DMI, FKUB, MA Qordhova, PETA, Niqob Squat Lampung, dan masih banyak elemen lainnya.



Para pengunjukrasa bela Palestina unjukrasa di Tugu Adipura meskipun hujan deras mengguyur. (Foto:Lampost/Triyadi)

"Beberapa hari ini dunia dihebohkan oleh pernyataan Amerika Serikat terkait pemindahan IbuKota Israel ke Yerussalem. Masalah Palestina bukan hanya isu agama, tetapi ini adalah masalah kemanusiaan dan juga perdamaian internasional," kaya Kordinator Lapangan, M. Yasir Setiawan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR