LIWA (Lampost.co) -- DHARMA Wanita Persatuan Lampung Barat, Kamis (13/9/2018), melaksanakan lomba berbalas pantun yang dipusatkan di aula Kagungan Pemkab setempat.

Lomba itu digelar sebagai partisipasi Dharma Wanita untuk turut memeriahkan HUT Lambar ke-27 tahun 2018 sekaligus mensosialisasikan dan melestarikan budaya Indonesia pada umumnya dan budaya Lampung pada khususnya.



Peserta kegiatan itu diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dimana masing-masing OPD diwajibkan untuk mengutus peserta. Kemudian ada peserta dari sekolah tingkat SMP serta sejumlah masyarakat di Kecamatan Batubrak, Sukau dan Balikbukit.

Ketua penasehat Dharma Wanita Persatuan Lambar Partinia Parosil menyambut baik dilaksanakannya lomba berbalas pantun itu. Sebab lanjutnya, kegiatan ini merupakan bentuk peduli kita terhadap budaya yang ada di Indonesia .

"Intinya pantun adalah budaya bangsa kita karena itu mari kita terus lestarikan dan kita harus mengenalkanya kepada generasi penerus kita sebab ini adalah salahsatu warisan leluhur dan harus dipertahankan," kata Partinia.

Sementara Asisten Bidang Perekonomian Dan Kesra Sekdakab Lambar Nata Djudin Amran saat membuka acara itu,menyampaikan bahwa para anggota dharma wanita tidak hanya dituntut memahami perkembangan yang terjadi di dalam daerah saja akan tetapi juga harus mengetahui perkembangan diluar daerah.

Perkembangan teknologi informasi telah menyebabkan dunia seolah tanpa batas. Kita dapat mengetahui apa yang terjadi di dunia ini hanya dalam hitungan detik melalui informasi-informasi yang sangat mudah dicerna dan didapat dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Lomba berbalas pantun adalah rangkaian yang telah tersusun indah dan mengandung makna yang bagus. Karena itu budaya pantun perlu di kembangkan lebih luas termasuk kepada anak-anak sekolah. Tujuanya adalah adalah agar budaya ini dapat berkelanjutan.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR