KOTABUMI (Lampost.co) --  Menindak lanjuti aspirasi dari bawah, Dewan Kehormatan dan Etik Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Utara, menggelar rapat pleno musyawarah dan mufakat untuk memantapkan program kerja menjelang pelaksanaan musyawarah bersama yang akan diselenggarakan, Jumat-Sabtu (8-9/9/2017).  Rapat pleno diperluas itu berlangsung di kediamanan Dewan Kehormatan IWO Lampung Utara, di Jalan MA. Komarudin Nomor 1 Mulangmaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Minggu (3/9/2017).
Yansen Atik, salah satu Dewan Etik IWO Lampung Utara, mengatakan sebagai anggota pemerhati tentang etika dalam kepengurusan IWO langkah itu dilakukannya dengan agenda rapat diperluas itu guna memantapkan kepengurusan dan menjaga keutuhan organisasi tersebut di Kabupaten Lampung Utara. 
"Dilaksanakannya rapat Pleno Diperluas ini guna membahas keluhan dan apa yang diinginkan seluruh anggota, demi keutuhan IWO di Lampung Utara. Sehingga kami selaku dewan etik dan kehormatan mengambil keputusan dengan mengagendakan rapat ini dengan judul rapat Diperluas," kata Yansen.
Dalam rapat itu, kata dia, hampir keseluruhan anggota hadir, hanya minim ketua dan dua orang anggota lainnya yang tidak bisa hadir karena ada keperluan.  "Berdasarkan daftar hadir untuk anggota yang hadir pada rapat ini ada 25 orang, dan yang tidak hadir hanya beberapa orang," ujarnya. 
Setelah menerima masukan-masukan dari seluruh anggota yang hadir, disimpulkan kepengurusan IWO Lampung Utara dimantapkan lagi.  "Dengan kesepakatan bersama kepengurusan IWO Lampung Utara kita lakukan pemantapan, dan kesepakatan ini bukan diambil sepihak, karena sudah melalui musyawarah dan mufakat yang disetujui seluruh anggota khususnya anggota yang hadir," tegasnya. 
Hal senada dikatakan demisioner Dewan Etik IWO Lampura lainnya, Mirza. Menurut dia, Dewan Kehormatan IWO Lampung Utara, dalam kesepakatan itu digelar voting siapa yang disetujui anggota untuk bakal calon ketua yang akan ditetapkan sebagai calon ketua. "Penetapan pemilihan bakal calon ini dilakukan maksimal dua nama dan minimal satu nama, dari nama-nama yang diajukan seluruh anggota itu maka ditetapkan sebagai calon ketua," ungkap Mirza. 
Voting pemilihan secara demokrasi itu dilakukan Dewan Kehormatan dan Dewan Etik terpilihlah Khoiril Syarif dan Mirza sebagai calon ketua. Dengan perolehan suara dari para anggota, Khoiril Syarif mendapatkan dukungan 18 suara, Mirza 10 suara, Sarnubi 4 suara, Yansen 2 suara, dan Efri Antoni bersama Yoanda Harus masing-masing 1 suara.  Setelah ditetapkan sebagai calon ketua, anggota menyepakati bendahara tetap Sarnubi, lalu ketua dilakukan voting dengan pemberian dukungan dari seluruh anggota. Dengan hasil akhir, Khoiril Syarif mendapatkan dukungan menjadi ketua dengan 16 suara, Mirza memperoleh dukungan 5 suara. Satu suara abstain, dan 2 suara dinyatakan rusak karena memilih dua nama. 
"Rapat pleno hari ini menetapkan sebagai ketua Khoiril Syarif, sekretaris Mirza, bendahara Sarnubi, dan untuk kepengurusan bidang-bidang sudah disepakati anggota mengikuti kebijakan pimpinan atau ketua terpilih," papar Mirza. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR