BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sampai saat ini kanker payudara masih menjadi penyakit paling banyak menyerang wanita. Berdasarkan data yang dirilis oleh Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI) menyebutkan bahwa di Lampung saat ini jumlah penderita kanker payudara mencapai 66,6%.

Koordinator Wilayah YPKI Ririn S Lestari menguraikan bahwa perkembangan sel kanker dibawa sejak lahir, berkembang atau tidaknya tergantung dari beberapa faktor. Prosea perkembangan sel kanker juga cukup lama 15-20 tahun. Sebab kanker pada stadium awal tidak ada gejala yang berarti. "Baru setelah kena ada rasa macem-macam BAB susah, sesak nafas, dan sebagainya, sebab sel kanker ini bersifat seporatif atau membelah misalnya hari ini satu, besok dua, besoknya lagi empat begitu seterusnya, " ujar Ririn dalam acara sosialisasi deteksi dini kanker yang diselenggarakan oleh Swiss Belhotel bekerja sama dengan YPKI, baru-baru ini.



Menurutnya perbedaan antara kanker dengan tumor itu sendiri adalah kanker perkembanganya begitu cepat, sedangkan tumor tidak cepat, namun keduanya diawali dengan benjolan. Biasanya, awal terbentuknya proses kanker terbentuknya kelenjar getah bening di ketiak, atau selangkangan terkadang hilang timbul, sehingga sering disepelekan. "Terbentuknya tumor biasanya terdapat benjolan sebelum membelah. Contohnya tahi lalat yang menghitam gatal atau berambut. Artinya tahi lalat hidup, kemudian jangan mencabut bulu ketiak sebab hal itu bisa memicu kelenjar getah bening, sebaiknya kerok atau gunting," saran Ririn.

Kemudian untuk gejala kanker umum BAB tidak tuntas, kotoran bewarna hitam kemerah-merahan dan berlendir, sesak nafas walaupun tidak asma, batuk kering tidak kunjung sembuh, mengurus, serta timbul benjolan. Penyebab kanker itu juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik , sehingga seorang yang memiliki riwayat kanker memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker. Faktor lainya adalah lingkungan, limbah pabrik, polusi udara.

Lalu faktor makanan pengaruh kuat banyak mengandung karsinogen, pemanis, perasa pemanis, pengawet, pengenyal, dan pewarna. Sedangkan gejala khsus kanker payudara kulit mengeras, gatal dan seperti kulit jeruk, puting payudara keluar cairan, payudara kiri dan kanan tidak seimbang, muncul benjolan sekitar payudara , serta puting payudara masuk ke dalam. "Kanker payudara punya berpotensi menyerang laki-laki, kalau kelenjar payudara laki-laki membesar berarti bermasalah, " sebutnya.

Sedangkan kanker rahim ciri spesifiknya adalah ketika menstruasi sakit, keputihan berkepanjangan bau dan gatal, kemudian saat berhubungan suami istri perih dan keluar darah merah pucat. "Untuk itu kami sarankan ketika habis berhubungan, jangan langsung cebok, gunakan tisu atau kain periksa ada bercak darah atau tidak. Kemudian sariawan atau penebelan di dinding rahim, dan tiga jari di bawah pusar sering keram," urainya.

Untuk mendeteksi dini kanker payudara wanita dapat melakukan sendiri di rumah, dengan cara seminggu setelah menstruasi lakukan pemijatan halus disekitar payudara searah jarum jam. Jika terdapat benjolan maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter. "Untuk itu kami dari YPKI gencar melakukan sosialisasi deteksi dini kanker, sebab masih banyak masyarakat yang tidak tahu baik pencegahan maupun pengobatanya," imbuhnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR