WAY KANAN (Lampost.co)-- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Way Kanan, Dessy Afriyanti Adipati membuka Pelatihan Manajemen Keuangan Koperasi Wanita di Aula PKK Pemkab setempat, Kamis (25/4/2019). 
  
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, Tentang Perkoperasian mengamanatkan bahwa pembangunan koperasi merupakan tanggung jawab pemerintah dan seluruh rakyat. 
 
Oleh karena itu pemerintah mengemban tanggung jawab membina dan mendampingi perkembangan koperasi dan UKM. Salah satunya adalah membina Koperasi wanita sebagai lembaga keuangan mikro sekaligus wadah pemberdayaan perempuan. 
 
Pembinaan yang dimaksud bukan hanya mekanisme dalam memanajemen pengelolaan keuangan, aspek administrasi, produksi dan aspek pemasaran, tetapi juga perolehan akses permodalan. 
 
Sehingga menjadi koperasi yang kuat dan berdaya saing sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Way Kanan maju dan berdaya saing tepatnya pada misi kelima yaitu mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif. 
 
“Melalui kegiatan ini diharapkan Pengurus  koperasi khususnya koperasi wanita dapat lebih mengaktualisasi dan memberdayakan kemampuan diri, dalam rangka mendukung peningkatan pendapatan ekonomi keluarga pada khususnya," kata Ibu Tiga Anak itu. 
 
Dessy Afriyanti Adipati, menekankan agar pengurus koperasi wanita memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam menjalankan usaha perkoperasian. Dimana diperlukan adanya sinergisitas antara Ketua bersama pengurusnya dalam menjalankan usaha perkoperasian. 
 
"Karena sumber daya manusia yang ada memerlukan adanya pengetahuan yang benar dalam manajemen keuangan dan pengelolaan usaha koperasi sehingga dapat terus maju dan berkembang," ujarnya.

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR