KALIANDA (Lampost.co) -- Dalam pengelolaan anggaran Dana Desa (DD), Pemerintah Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, fokus lima pembangunan infrastruktur. Adapun anggaran untuk bidang pembangunan desa setempat sebesar Rp629,8 juta.

Kepala Desa Sukapura, Eko Casroni mengatakan pihaknya pada 2018 ini mendapatkan kucuran anggaran alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp420,7 juta dan dana desa (DD) sebesar Rp876,0 juta. Dari anggaran itu terdapat anggaran bidang infrastruktur sebesar Rp629,8 juta.



"Ada lima pembangunan infrastruktur menjadi fokus pada tahun ini, seperti pada tahap pertama bangunan drainase sepanjang 170 meter dengan nilai Rp75,7 juta di Dusun Purwamukti. Kemudian, gorong-gorong ukuran 4 meter sebesar Rp4,3 juta," kata dia, Kamis (12/7/2018).

Untuk tahap kedua, kata Eko, pihaknya membangun warung desa (Wardes) ukuran 6x9 meter dengan anggaran Rp125,8 juta. Setelah itu dilanjutkan pembangunan jalan paving block sepanjang 438 meter senilai Rp147,6 juta yang terletak di Dusun Muktisari daj Sukamukti.

"Pada tahap ketiga nanti, kami akan membangun jalan cor beton sepanjang 466 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter. Adapun anggarannya Rp276,3 juta. Semua kegiatan pembangunan infrastruktur dilakukan secara padat karya sebanyak 32,51 persen," ujarnya.

Dia mengatakan setiap kegiatan pembangunan pihaknya melaksanakan dengan cara pemberdayaan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan agar anggaran yang bersumber dari APBN tersebut tersentuh dengan masyarakat langsung.

"Sejalan dengan program Bupati Lampung Selatan bapak Zainudin Hasan 'Ayo Bangun Desa', maka sejak mendapatkan DD kami fokuskan untuk membangun infrastruktur sampai tuntas dan tersebar merata hingga pelosok dusun," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukapura Fuad mengatakan pendapatan desa 2018 sebesar Rp1,3 miliar yang terdiri dari DD Rp876,0 juta, ADD Rp402,7, dan Silpa 2017 Rp20,1 juta.

"Untuk belanja tahun ini, yakni Bidang Pemerintahan Desa sebesar Rp428,5 juta, Pembangunan Rp629,8 juta, Pembinaan Rp28,9 juta, Pemberdayaan Rp114,2 juta dan Pendapatan PBB Rp12,3 juta," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR