Pesawaran (Lampost.co) - Guna mengurangi anak dalam bermain gawai, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), dorong pemerintah desa untuk membuat ruang bermain terbuka hijau di desa.

Kepala DPPPA Kabupaten Pesawaran, Binarti Bintang, mengatakan, langkah tersebut diambil agar anak lebih mudah terpantau oleh orang tua. 



"Yang sekarang kita tahu kan anak anak lebih cenderung bermain gadget, hal itu terjadi selain perkembangan zaman yang pesat, anak saat ini juga kurang tempat bermain dan berkumpul anak anak seusia mereka," jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, pemerintahan yang ada di desa seharusnya juga memikirkan tentang anak anak yang ada di desa mereka, bukan hanya infrastruktur saja yang mereka pikirkan.

"Ruang terbuka hijau itu kan gunanya, untuk komunikasi antar anak, bisa saja desa juga membuat lapangan basket ataupun futsal, bisa juga dibelikan alat alat musik lainnya, agar anak memiliki aktivitas bukan hanya sepanjang hari berpaku dengan gadget milik orang tuanya," paparnya.

"Selama ini kan, orang tua hanya melarang anak bermain gadget, bermain di kali, di sawah dan di pinggir jalan, tapi mereka tidak menyediakan tempat bermain yang aman bagi anak anak, ini yang harus jadi perhatian kita bersama," timpalnya.

Jadi menurutnya, saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para kepala desa yang ada di 148 desa untuk sedikit saja menyisihkan anggaran Dana Desa (DD) untuk kepedulian terhadap anak anak.

"Kita juga sudah satu kali melayangkan surat terhadap para kepala desa dan juga telah  berkoordinasi dengan badan pemberdayaan masyarakat desa (BPMD) agar menyisihkan sebagian dari DD untuk membangun lapangan terbuka hijau, tapi sampai sejauh ini belum ada actionnya sama sekali," tutupnya. 

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR