KRUI (Lampost.co) -- Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri diduga mengamankan terduga teroris atas nama Basuki Rahmat (40), di Dusun Sinargunung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (8/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, proses penangkapan melibatkan personel dari Polda Lampung dan Polres Lampung Barat. Saat pengamanan terduga pasrah tanpa ada perlawanan.  



Menurut ketua RT dusun Sinargunung, Nani, saat ditemui Lampost.co, Kamis (9/8/2018), mengatakan penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 sampai 17.30 WIB,  yang awalnya dilakukan oleh tiga anggota saat Basuki pulang dari kebun.

“Kemarin saya dan warga kaget, tepat di depan masjid ada tiga anggota berpakaian preman, menangkap Basuki, padahal Basuki baru pulang dari kebun keponakanya. setalah ditangkap, kemudian agak lama puluhan anggota berseragam lengkap datang ke lokasi,” ujar Nani.

Masih kata Nani, Basuki merupakan paman dari Yasrulloh warga RT 04 pemangku Siring Balak Atas, Dusun Sinargunung, Pekon Sukabanjar, dan Basuki baru datang dari Jawa Tengah sekitar dua minggu yang lalu.

“Basuki itu pamannya Yasrulloh warga dusun setempat. Baru dua Minggu Basuki di dusun kami. Seminggu kemudian istri dan dua orang anaknya datang kemari. Tapi memang selama ini Basuki tidak pernah berbaur dengan masyarakat, kesehariannya membantu di kebun ponakanya setelah itu salat di masjid, bahkan Yasrulloh juga dibawa polisi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sementara itu, Eka Susilawati istri Yasrulloh saat ditemui dikediamnnya mengatakan. Bahwa dirinya tidak menyangka dan kaget saat anggota Kepolisian datang berbondong-bondong kerumahnya yang telah mengamankan Basuki. 

“Saya kaget, ada apa ini kenapa ramai polisi datang kerumah.  Mereka (polisi) sudah nagkap Basuki,  terus suami saya juga ikut dibawa, katanya untuk dimintain keterangan. Mudah-mudah suami saya tidak kenapa-kenapa dan tidak ikut terlibat,” harapnya.  
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR