PESAWARAN (lampost.co) -- Desa Tanjung Agung, Kecamatan Way Lima menggelar acara Festival Budaya Sangrai Kopi Way Lima bersama grup musik Debu, Kamis (23/8/2018).

Festival Budaya Sangrai Kopi Way Lima bersama grup musik Debu dibuka langsung Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Kepala Desa Tanjung Agung, Subhan Feri, sebagai penggagas.



Subhan Feri mengatakan festival tersebut berawal dari perkenalannya dengan Mustafa sebagai pimpinan grup musik Debu. "Awalnya saya kenal sama Mustafa pimpinan Debu, dia mencoba kopi yang sudah saya buat dan akhirnya hari ini, dia hadir dalam Festival Budaya Sangrai Kopi bersama Debu," kata Subhan Feri.

Dia menjelaskan, kopi yang dibuat olehnya berbeda dengan kopi umumnya karena dibuat dengan resep warisan leluhur membuat kopi asal Desa Tanjung Agung, Way Lima, Kabupaten Pesawaran. "Kopi ini murni dan dibuat atau diracik natural dan alami, dengan cara disangrai serta tanpa adanya campuran bahan kimia sehingga rasanya alami," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam sambutannya mengatakan kopi di Desa Tanjung Agung dikembangkan secara maksimal menjadi potensi unggulan.

"Inovasi ini akan dipatenkan sebagai produk unggulan sehingga tidak ada yang mengklaim atau meniru produknya, dan kepada masyarakat supaya bisa mencintai produk sendiri serta mempromosikannya," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR