KEDATANGAN kereta yang terlambat adalah pertanda buruknya layanan, dan itu akan memberi nilai minus bagi publik pengguna angkutan itu. Tapi bagaimana dengan terlalu cepat dan diberi sanksi. Wah itu namanya denda prestasi.
Khepa kidah, bang kuk mehelau ya kena dau muneh. Khepa cekhitani. (Bagaimanalah, kok bagus pun kena denda. Bagaimana ceritanya).
Inilah sebuah komitmen di angkutan massal Jepang. Jangankan kedatangan terlambat, komuter Jepang meminta maaf usai kereta berangkat dan datang 25 detik lebih awal. 
Seperti dikutip dari laman The Straits Times, menurut mereka hal ini adalah kesalahan yang tidak dapat dimaafkan. Ungkapan maaf ini sekaligus pernyataan mereka untuk mengevaluasi layanan.

Beberapa orang di peron mengejar kereta tersebut, salah satu dari mereka melaporkan bahwa kereta berangkat lebih cepat. Akhirnya, mereka menunggu enam menit lagi untuk kereta selanjutnya.
"Kami sungguh minta maaf dan akan mengevaluasi kinerja kami dan berusaha mencegah insiden ini terjadi lagi," kata perusahaan itu.
Ini bukan pertama kalinya perusahaan komuter meminta maaf karena keretanya berangkat lebih cepat beberapa detik dari jadwal yang ditentukan. Pada November 2017, hal serupa juga terjadi.
Kereta dari Tokyo ke Kota Tsukuba Timur berangkat 20 detik lebih awal. Operator Tsukuba Express mengeluarkan permintaan maaf resmi meski pun belum ada keluhan dari pengguna. 



Payu kidah, kik kheno haga kuti. Mak dacok wat sai ngehalangni. Wat-wat gawoh. (Oke kalau itu kemauan kalian. Tidak ada yang bisa menghalangi. Ada-ada saja).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR