BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Cuaca begitu tak bersahabat sore itu karena hujan membasahi Kota Bandar Lampung ditambah angin berembus kencang. Kantor Pengadilan sudah mulai sepi kala itu jarum jam menunjukkan pukul 17.30 WIB, pekan lalu.
Di depan pintu gerbang megah milik Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, berdiri tak begitu tegap seorang perempuan tua. Dia tengah asyik mengobrol dengan seorang laki-laki yang sebaya dengannya. Keduanya membawa karung besar berisi barang bekas hasil merongsok dari sekitaran kantor megah itu.
Usianya sudah lebih dari 60 tahun, cara berjalannya pun sudah mulai kaku tidak seperti dahulu ditambah keriput raut wajahnya tergambar jelas. Sandal jepit warna ungu menemani setiap langkah perempuan tua bernama Sur'ah.
Keseharian janda yang ditinggal suaminya sejak 30 tahun silam berdagang kue milik orang lain tepat di depan kantor pengadilan. Dari hasil berdagang, uang yang disisihkan tak begitu banyak begitu ceritanya saat ditanya lampost.co.
Menjelang sore saat kantor pengadilan tak menujukkan keramaiannya lagi, Surah masuk halaman kantor dan hampir setiap tong sampah dia pilah untuk mendapatkan barang bekas yang masih bisa dijadikan rupiah.
Tujuannya sederhana saat pulang membawa barang bekas yang banyak kemudian dia jual. Uangnya disisihkan untuk membeli makanan kecil cucu kesayangannya.
Baju merah putih menjadi pakaian keseharian Sua'ah. Dia tak pernah mengeluh meski hasil yang didapat tidak sesuai keinginannya. "Empat hari saya jual sekali barang bekasnya, hasilnya hanya Rp8.000," begitu katanya.
Cuaca gelap dengan rintik gerimis tak mengurungkan niat Sur'ah mengais rezeki. Sembari duduk di pojokan gedung pengadilan dia membereskan barang bekas yang berhasil dikumpulkan hari ini. Menurut Sur'ah, kegiatan yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan anak semata wayangnya. Dia lebih memilih mencari tambahan mengais rezeki daripada diam di rumah.  "Daripada diam di rumah saya memilih keluar mencari rongsok, kan lumayan dapat uang bisa beli sabun sama jajan cucu saya," kata dia.
Tidak banyak harapan Sur'ah ketika ditanya, dia hanya ingin di usia hidupnya yang sudah renta bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Meski selalu pas-pasan, dia tidak ingin memiliki utang saat sudah tiada. "Yang terpenting buat saya jangan mengutang, itu saja. Biar begini, tapi enggak punya utang saya," katanya.
Sur'ah mengaku selama ini tidak pernah mendapat apa pun dari pemerintah. "Kalau dapat uang sering, tapi dikasih sama orang-orang sini ya seperti wartawan. Kalau dari pemerintah, hanya sekali seumur hidup itu pun sudah lama waktu JKN dulu," cerita Sur'ah.
Mengais rezeki dari mencari rongsok yang dilakukan pun tidak jauh dari kediamannya karena menurut dia badannya sudah tidak kuat lagi. "Saya di sini saja nyarinya. Kalau jauh, enggak kuat," katanya.

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR