KANTOR Pengadilan Kelas 1A Tanjungkarang sesak oleh pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan sanak saudaranya menjalani proses persidangan, di antaranya seorang perempuan berusia 60 tahun menghampiri beberapa pewarta yang kesehariannya meliput di sana.

Dia adalah Subaida, penjual burung keliling. Hari itu, Jumat (19/10), dia berkeliling untuk menjajakan burungnya. Mengais rezeki dengan cara berkeliling di tengah Kota Bandar Lampung sudah dilakoni Subaida sejak empat tahun silam. Dia mungkin satu-satunya perempuan yang berkeliling jalan kaki menjajakan burung peliharaannya. "Murah saja Pak, Rp250 saja dua ini, boleh ditawar kok Pak, berapa Bapak ada uang," kata Subaida.



Wajahnya terlihat lemas mengharap supaya burung peliharaannya ada yang membeli. "Belilah Pak, untuk bantu-saya juga," kata Subaida sembari tersenyum lebar.

Kepada Lampung Post Subaida menceritakan setiap hari dia harus berjualan. Uang hasil jualan untuk jajan dan ongkos sekolah anaknya yang masih duduk di bangku SMP. "Yang penting halal dan anak saya masih bisa sekolah dan jajan sama seperti anak lainnya," kata Subaida.

Dalam satu hari terkadang dia dapat menjual 5—6 ekor burung. Itu pun jika rezeki tengah berpihak kepadanya. Kantor pemerintah di tengah Kota Tapis Berseri jadi saksi langkah Subaida menjajakan burung. Perempuan anak tujuh ini menawarkan kepada pegawai pemerintah lantaran banyak dari mereka yang hobi memelihara burung kicau.

"Kadang mereka enggak beli tapi saya dikasih uang, ya macam-macam ada yang Rp20 Ribu, ada yang lebih dari itu, itu kan menurut saya rezeki walaupun enggak beli burung, tapi dikasih uang," ujarnya.

Tidak banyak yang ia inginkan, selain berharap selalu diberi kesehatan agar tetap bisa berjualan. "Lumayan kan bisa bantu suami cari nafkah. Yang penting itu halal dan berkah, kenapa harus malu kalau itu halal," kata dia.

Ia pun berpesan kepada sesama, tidak perlu malu bekerja apa pun, selagi pekerjaan itu halal dan tidak merugikan orang lain. "Kalau merugikan orang berarti maling kan enggak halal. Lebih baik begini orang enggak dirugikan saya pun dapat rezeki yang halal. Makan uangnya pun enak kalau dari rezeki yang benar," ujarnya. (K2) FEBI HERUMANIKA

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR