BEIJING (Lampost.co) -- Pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 890 dari Soekarno-Hatta, Jakarta mendarat mulus di Bandara Internasional Beijing, Senin (12/8/2019) pukul 5.15 waktu setempat.

Pesawat berbadan lebar itu membawa rombongan para pemimpin redaksi (Pemred) dan pimpinan media di Lampung bersama Owner Lembaga Kursus Mandarin Han Yuan, Steven Cheng.



Waktu tempuh dari Jakarta menuju Baijing selama tujuh jam dengan cuaca bersahabat selama dalam perjalanan.

Selama delapan jam di Beijing, rombongan ditawarkan pihak pemandu dari Konjen Tiongkok, Steven apakah mau ke istana kaisar atau tembok raksasa china.

Teman-teman memilih tembok china. "Belum sah ke Tiongkok jika tidak mengunjungi tembok china," kata Pemred Tribun Lampung, Andi Asmadi, pagi itu.

Akhirnya bus yang membawa rombongan menuju tembok yang dibangun di era Kaisar Qin pada tahun 221 SM setelah dia mempersatukan negara Tiongkok.

Tembok yang membentang timur hingga barat dan membatasi utara dan selatan sepanjang 22 ribu kilometer.

Memang senin pagi itu, tembok ramai dikunjungi pelajar karena musim liburan. "Dua jam cukup lama berada di bangunan tua tersebut. Di situ berdiri prasasti bertulisankan: Belum jadi pahlawan kalau belum naik dan berkeliling di tembok raksasa ini."

Usai mengunjungi tembok, rombongan menuju rumah makan halal sebelum bertolak ke Provinsi Shanxi dengan ibu kota Thaiyuan. 

Di Thaiyuan, dimana tempat menginap rombongan. Lama perjalanan dari Beijing ke Thaiyuan, kota terbesar ketiga di Tiongkok ini menggunakan kereta cepat selama tiga jam.

Shanxi banyak menyimpan benda peninggalan bersejarah bagi kejayaan agama Budha baik vihara maupun patung Budha.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR