JAKARTA (Lampost.co)--Ketua KPU, Arief Budiman, membuka debat calon presiden Pemilu 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019) malam.

"Rangkaian pelaksanaan tahapan kegiatan Pemilu tahun 2019 telah dilaksanakan lebih dari 18 bulan. Di dalamnya termasuk menggelar debat capres-cawapres sebanyak tiga kali," kata dia, saat memberikan sambutan sebelum debat itu dimulai. 



Seperti yang selalu terjadi, lagu kebangsaan, Indonesia Raya, menjadi pembuka.

Ia mengapresiasi pelaksanaan debat-debat sebelumnya berjalan lancar dan berharap dengan acara debat kedua calon presiden, masyarakat dapat semakin mengenal tokoh pilihannya.

"Sebagai penyelenggara Pemilu KPU siap menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu dengan luber dan jurdil," kata dia.

KPU berharap para peserta Pemilu dapat berkompetisi secara jujur dan adil.
Moderator dalam debat kali itu adalah Zulfikar Naghi dan Retno Pinasti.

KPU menyelenggarakan debat keempat calon presiden Pemilu 2019 yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional.

Sejumlah panelis dalam debat ke-4 pada bidang ideologi yakni DR Zakiyuddin, Dr J Haryatmoko, dan pada bidang pemerintahan yaitu Dr Erwan Agus Purwanto, Dr Valina Singka Subekti, dan Dadang Tri Sasongko.

Sementara panelis di bidang pertahanan dan keamanan adalah Al Araf, Dr Ir Apolo Safanpo, kemudian panelis di bidang hubungan internasional yakni Drs I Basis Eko Soesilo, dan Dr Kusnanto Anggoto.

Pembaharuan dalam debat kali ini yakni berada pada sesi keempat dan kelima yaitu pengaturan waktu yang lebih tegas dan memberi kemudahan moderator pengaturan lalu lintas debat. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR