BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Jajaran pelatih renang Lampung tetap menerapkan program latihan terhadap atlet saat bulan Ramadan. Namun program latihan yang diterapkan lebih banyak ditekankan ke daya tahan tubuh masing-masing atlet.

"Ya program latihan tetap berjalan. Tetapi daya tahan menjadi fokus kami, dengan memperbanyak latihan berenang jarak jauh (long distance), seperti 800 meter, 1.000 meter dan 1.500 meter," kata Pelatih Renang Lampung, Mussarofah kepada lampost.co, Rabu (23/5/2018).



Mussarofah pun mengungkapkan, penerapan program daya tahan tubuh memiliki alasan yang jelas karena di bulan puasa energi atlet pasti berkurang dan sangat berpengaruh pada kecepatan. Oleh karena itu pola daya tahan tepat diterapkan.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, ada latihan kecepatan. Namun porsinya kecil dan dilakukan diakhir sesi latihan saja," kata dia.

Mengenai waktu berlatih, dirinya mengaku selama Ramadan jajaran pelatih menerapkan satu hari sekali yaitu sore pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai dari Senin - Sabtu.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR