BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pihak Gedor merasa adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak PT Gojek karena telah melakukan operasional secara diam-diam dan mencabut 43 akun mitra pascaterjadinya aksi yang dilakukan pada 29 Agustus dan 5 September silam.

Hal tersebut dibantah oleh Pihak PT Gojek, Dian selaku Corporet Affairs Gojek. Dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan operasional kantor secara diam-diam. Bahkan kantor cabang Lampung masih dalam keadaan tergembok hingga saat ini. "Kami mematuhi aturan yang ditetapkan, kantor cabang Lampung hingga sekarang masih tertutup, dan kami tidak melakukan operasional secara diam-diam," kata dia.



Ia juga menambahkan bahwa pencabutan akun atau putus mitra yang dilakukan kepada 43 mitra tersebut memang benar dilakukan. Namun, hal itu dilakukan atas dasar dan pertimbangan yang matang. "Hal tersebut terkait dengan tindakan yang dilakukan pada aksi. Alasannya adalah kami anggap kegiatan mereka anarkis, mitra juga melakukan kegiatan sweeping serta adanya pihak mitra yang tetap onbid namun dipaksa untuk offbid oleh beberapa oknum," ujarnya.

Putus mitra yang dilakukan pihak PT Gojek merupakan keputusan yang sebelumnya telah dilakukan pengecekan terlebih dahulu, sehingga aplikator memang telah memilah mitra yang sekiranya telah melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh PT Gojek sejak awal persetujuan mitra bergabung bersama Gojek.

Pihak PT Gojek juga menyampaikan bahwa insentif tetap dengan keputusan awal, namun PT Gojek tetap membuka pintu untuk menampung suara para mitra dan akan tetap berupaya antara mitra dan Gojek hubungannya terjalin baik.

"Mengenai insentif memang sudah menjadi keputusan bulat, namun hal itu bukan berarti kami tidak peduli dengan mitra kami. Karna sebenarnya keputusan itu sudah di pertimbangkan dengan jelas, untuk kebaikan mitra dan pelanggan kami," tutup Dian.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR