MESUJI (Lampost.co)-- Darmin (55) salah satu warga yang tinggal di wilayah Kelompok Mekar Jaya Abadi, Kawasan Hutan Negara, Register 45, Sungai Buaya Mesuji, mengakui jika dirinya beserta keluarga hanya menumpang nanam di tanah milik negara tersebut, Sabtu (20/7/2019).

Hal itu disampaikan Darmin yang asli berasal dari Lubuk Seberuk, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, saat dikunjungi Plt Bupati Mesuji Saply TH yang didampingi oleh Dandim 0426 Tulang Bawang Letkol Inf Kohir, Wakapolres Mesuji Kompol Hendriansyah.



"Kami datang ke Register 45 sejak 2011 lalu. Dahulu, kami beli dari oknum yang mengatakan jika ini bukaan lahan baru dengan harga Rp.250.000 per 2 hektare plus pekarangan. Mereka mengiming imingi jika akan diberikan sertifikat," jelas Darmin.

Barulah setelah banyak konflik, dirinya baru tahu jika tanah yg ia duduki saat ini adalah lahan milik negara. 

"Kami kini tahu ini tanah milik negara. Kami disini sekarang numpang nanam. Apapun program pemerintah setelah banyak rusuh seperti ini, kami akan ikuti," lanjut dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR