PANARAGAN (Lampost.co) -- Semarak HUT ke-9 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diwarnai dengan pawai kendaraan hias dan parade budaya yang diikuti ratusan peserta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran aparatur sipil negara (ASN) pemerintah Tubaba, dari tingkat Tiyuh, kecamatan, kabupaten, serta organisasi kemasyarakatan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai, Selasa (3/4/2018).

Ribuan masyarakat turun ke jalanan menyaksikan karnaval yang dimulai pukul 14.00 dari area parkir kompleks dunia akhirat, Panaragan Jaya, menuju ke Kecamatan Tumijajar dan kembali finish di Pasar Pulungkencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah.



Bupati Tubaba, Umar Ahmad didampingi Forkopimda, diantaranya, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Ketua DPRD Tubaba Busroni, ikut melepas pawai karnaval mobil hias dan menyambut satu per satu para peserta dengan lambaian tangan dari atas panggung pelepasan.

Dari pantauan Lampost.co, antusias peserta nampak dari keseriusan menampilkan beragam kreativitas dalam menghias kendaraannya menggunakan alat peraga yang menjadi simbol ragam budaya maupun simbol OPD masing-masing, hingga rela merogoh kocek jutaan rupiah.

"Mungkin mobil hias kami yang paling sedikit biayanya, tidak lebih dari tujuh juta, kalau SKPD yang lain saya tidak tahu, kabarnya ada yang mencapai dua puluh juta rupiah," ujar salah satu kepala dinas yang enggan disebutkan namanya.

Yang menarik, berada di barisan paling depan di parade biker motor antik yang ditunggangi oleh kepala satuan kerja (Satker) dan sekretaris daerah setempat, Herwan Sahri, ikut menjadi peserta karnaval keliling ibu kota Tubaba.

Sedangkan yang paling unik, adalah hadirnya Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ponco Nugroho menaiki patung banteng berwarna merah yang dikawal puluhan kader PDIP setempat turut menjadi satu-satunya peserta karnaval dari perwakilan partai politik.

"Ini menunjukkan bahwa kita sangat dekat dengan rakyat, apalagi disaat masyarakat sedang bahagia merayakan hari jadi kabupaten tercinta kita ini, " kata wakil Ketua DPRD Tubaba tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR