KRUI (Lampost.co)--Pekon Marang Kecamatan Pesisir Selatan, menjadi pekon terbaik di Kabupaten Pesisir Barat hasil penilaian Pemkab setempat yang mengikuti lomba pekon tingkat provinsi Lampung tahun 2018.
Kabid pengembangan partisipasi masyarakat dan usaha ekonomi pekon dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Kabupaten Pesisir Barat,  Albert Gunata Putra,  kepada Lampost.co, di kantornya, Kamis (2/8/2018), mengatakan Pekon Marang dipilih melalui hasil seleksi   tingkat kabupaten bersaing dengan 115 pekon lain,  dengan  penilaian meliputi administrasi pemerintah pekon, tata wilayah, ,masyarakat, berbagai pembangunan fisik dan faktor pendukung lainnya. 
"Sehingga ditunjuk mewakili pesisir barat tahun 2018 dalam lomba pekon tingkat provinsi Lampung.  Tim provinsi saat ini masih terus berkeliling di seluruh wilayah kabupaten dan kota untuk melakukan penilaian di perwakilan masing masing daerah sampai tanggal 14 Agustus 2018 ," kata Albert. 
Meski belum pernah menjadi juara pertama dalam lomba pekon tingkat provinsi, dengan prestasi terbaik hanya masuk lima besar. Albert mengatakan pihaknya terus berupaya menggali berbagai potensi pekon pekon yang ada, untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,  selain prestasi positif yang pastinya akan mengiringi upaya itu. 
"Kaitan dengan pemberdayaan masyarakat, masing-masing pekon bebas merencanakan dan melaksanakan kegiatan mereka sesuai dengan keinginan warganya. Dari pihak Dinas PMP memang belum ada upaya riset atau penelitian di tiap pekon yang ada, apa potensi atau peluang usaha terbesar dan harus dikembangkan di masing masing pekon.  Hanya ditahun 2016 lalu, pemkab bekerjasama dengan unila dalam upaya pengembangan optimalisasi produk unggulan dengan membentuk 11 Bumdes di 11 wilayah yang ada di kabupaten ini, " kata Albert. 
Dari 116 pekon yang ada, baru ada 72 pekon yang BUMDes sudah terbentuk dan berjalan.  
"Kecamatan Pesisir Selatan menjadi wilayah terbanyak  tiap pekonnya memiliki Bumdes dan sudah berjalan.  Kecamatan Ngambur yang paling sedikit daribsekian banyak pekon,  baru prkon negeriratu Ngambur yang memiliki Bumdes, " kata Albert. 
Semestinya tiap pekon harus memiliki BUMDes,  namun dengan alasan pemerintah mau usaha apa dan apa yang diharuskan atau dengan kata lain minimnya kemampuan dan keinginan sumber daya manusia yang ada di pekon pekon itu, makanya beluma tiap pekon terbangun BUMDes, ujarnya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR