JAKARTA (Lampost.co)--Dancow Advanced Excelnutri+ mendukung upaya pemerintah membangun generasi emas 2045 yaitu anak unggul Indonesia yang sehat, cerdas, dan percaya diri dengan meluncurkan gerakan "1 Juta Iya Boleh" yang mengajak lebih banyak orang tua Indonesia untuk semakin sering mengatakan "Iya Boleh" sebagai bentuk dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi si kecil.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Hendra Jamal menyatakan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan anak unggul Indonesia. 



“Pola pengasuhan yang diterapkan orang tua tentu akan berdampak pada pembentukan karakter si kecil. Diharapkan, keterlibatan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi memberikan bimbingan serta menanamkan nilai positif kepada si kecil, akan membantu terbentuknya generasi Indonesia yang dapat berkontribusi bagi kelangsungan bangsa dan negara pada masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Soedjatmiko, pakar tumbuh kembang anak, juga memaparkan pentingnya stimulasi bermain setiap hari oleh keluarga dengan penuh kasih sayang untuk balita. 
“Stimulasi bermain akan merangsang kemampuan pendengaran, penglihatan, memori, kognitif, bicara, emosi, serta gerak kasar dan halus yang akan mengembangkan semua potensi-potensi anak, sehingga kelak menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, dan berperilaku baik,” jelasnya.

“Cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah ikut terlibat dalam proses eksplorasi dengan lebih banyak mengatakan "Iya Boleh" kepada si kecil. Jika para orang tua mendorong si kecil untuk bereksplorasi secara tepat, sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, tentu ini akan membantu si kecil untuk mengembangkan lima potensi karakter penting, yaitu berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin,” tambah Ratih Ibrahim, psikolog klinis.

Saptawati Bardosono, pakar nutrisi, menyampaikan bahwa eksplorasi anak harus disertai dengan perlindungan yang tepat. 

“Ketika anak bereksplorasi, masih ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu. Sebanyak 41,9% anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernapasan dan 12,2% anak masih sering terkena diare 1. Selain itu, anak yang lebih sering bermain di luar rumah memiliki risiko terkena penyakit 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya beraktivitas di rumah.” 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR