GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Dana yang dihimpun dari wali murid SMK Negeri I Terbanggibesar Lampung Tengah diduga masuk kantong pengelola sekolah yang berstatus PNS. Dari hitungan kasar, totalnya lebih dari Rp289,8 juta.
Terkait persoalan ini, Kakam Poncowati Gunawan Pakpahan yang mendampingi para wali murid menuntut penjelasan dan perbaikan.
Menurut Gugun, sapaan akrab Gunawan Pakpahan, berdasarkan data RKAS para pengelola sekolah yang diduga berstatus PNS di SMK N I Terbanggibesar menerima dana rutin sebulan sekali. 
"Apapun bahasanya, dana dari komite bukan untuk memberi para PNS di sekolah itu," kata Gugun.
Berdasarkan data RKAS itu Kepala sekolah menerima Rp1.500.000 setiap bulan selama 12 bulan, sehingga totalnya Rp18 juta. Selanjutnya lima orang wakil kepala sekolah masibg-masing menerima Rp1 juta perbulan selama 12 bulan, totalnya Rp60 juta.
Kemudian Ketua Progdi (3) masing-masing Rp750.000 total Rp27 juta, Kepala Laboratorium dan Perpustakaan (5 orang) masing-masing Rp500.000 per bulan dengan total setahun Rp30 juta, koordinator OSIS Rp600.000 per bulan dengan total setahun RpRp7.200.000, Koordinator unit produksi Rp500.000 total setahun Rp6 juta, 12 orang pembina kegiatan masing-masing Rp200 ribu total Rp28.800.000, 27 orang Wali kelas masing-masing Rp250 ribu total Rp81 juta, koordinator BP/BK Rp250 ribu per bulan  dengan total Rp3 juta setahun dan piket 12 guru masing-masing Rp200 ribu per bulan per orang totalnya Rp28.800.000.

"Kok seperti untuk bancakan. Kalau tidak dari sekarang dibenahi, tahun-tahun ke depan terus-terusan wali murid yang dibebani," kata dia.
Jika dijumlahkan, dana untuk pengelola sekolah berdasarkan RKAS itu mencapai Rp289.800.000. Jumlah tersebut belum termasuk dana yang masuk kantong pengelola sekolah., kata Gugun.



Sebelumnya, 150an siswa dan wali murid juga memprotes adanya penarikan dana untuk try out, hubungan Kerja Industri dan Praktek Industri (KI dan PI). Padahal kegiatan tersebut bisa dibiayai BOS.
 Kuasa Hukum SMKN I Terbanggibesar Robinson Nainggolan mengatakan 5 sekolah akan mengadakan rapat dengan wali murid pada 2 Mei 2018. Pada rapat tersebut semua persoalan akan dibicarakan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR