KALIANDA (Lampost.co) -- Pembangunan jalan tembus penghubung antara Desa Sukabaru - Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan sepanjang 1.700 meter mandek.

Pasalnya, hingga saat ini dana yang dijanjikan oleh Dinas Pembangunan Umum dan  Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Lampung Selatan kepada kepala desa Sukabaru Sopiyan Yakub belum diterima. Sementara ia mengaku telah mengeluarkan dana talangan sebesar Rp150 juta untuk pekerjaan badan jalan sekaligus pengerasan (onderlagh).



“Awal Juli lalu saya ditunjuk langsung oleh Dinas PUPR untuk mengerjakan proyek yang bersumber dari APBD. Namun, sampai saat ini dana belum juga saya terima, sehingga pekerjaan saya hentikan,“ kata Sofyan Yakup kepada Lampost.co, Rabu (12/9/2018).

Ia meminta Dinas PUPR segera mewujudkan harapan warga yang mendambakan pembukaan badan jalan penghubung antar desa itu. Selain mengembalikan dana talangan sebesar Rp150 juta yang telah ia keluarkan.

“Sebenarnya ada tidak proyek penunjukan langsung itu yang bersumber dari APBD kabupaten. Kalau ada mengapa hingga saat ini dana belum juga cair. Saya minta Dinas PUPR segera menggantikan dana yang telah saya gunakan untuk membuka badan jalan tersebut,“ pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR