PANARAGAN (Lampost.co) -- Dana desa (DD) dan Alokasi dana desa (ADD) yang dikelola 93 kepala tiyuh se-kabupaten Tulangbawang barat sejak tahun 2015 hingga akhir 2017 mendatang mencapai Rp1 triliun lebih, diharapkan mampu meningkatkan nilai indeks desa membangun (IDM) dari kategori desa tertinggal menjadi desa mandiri.

Nilai Rp1 trilunan tersebut meliputi alokasi dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) adapun rinciannya sebagai berikut, alokasi tahun 2015 ADD Rp14.497.464.706 dan DD Rp26.394.427.027. Alokasi tahun 2016 ADD Rp12.105.024.475 dan DD Rp59.233.667.000. Di tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp48.868.133.500 dan DD Rp75.378.990.000.



Jumlah tersebut dirilis oleh dinas Pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (DPMD) setempat dan berharap dapat meningkatkan Indeks desa membangun (IDM) sebagai tolak ukur sebuah tiyuh masuk dalam kategori desa tertinggal atau desa mandiri.

Demikian dikatakan kepala bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan tiyuh setempat, Suwondo saat di temui Lampost.co, Rabu (30/8/2017) di ruang kerjanya.

Suwondo menjelaskan Indeks Desa Membangun atau IDM adalah terusan dari Data Potensi Desa tahun 2014 yang diberlakukan sebagai baseline Data Dasar Pembangunan Desa.

"Jumlah tiyuh kita yang mendapatkan dana desa saat ini sebanyak 93 tiyuh, kami berharap dengan adanya dana desa yang tersalurkan dari tahun 2015 lalu dapat mendorong nilai IDM yang tinggi, karena IDM itu nantinya menjadi ukuran tiyuh itu maju atau tidaknya," ujarnya.

IDM disusun untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menangani pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri yang nantinya dapat mempengaruhi jumlah penerimaan dana desa ke tiyuh tersebut.

"Ini yang perlu kami tekankan, bahwa pemerintah pusat tidak akan memberikan dana desa dengan jumlah besar jika nilai IDM nya nanti kecil karena dinilai tiyuh tersebut tidak mampu mengelolanya," tambahnya.

Terkait mekanisme nya, DPMD hanya sebatas menyerahkan data kepada kementerian sedangkan dalam hal pengambilanya dilakukan oleh petugas dari P3MD yang nantinya dibuat untuk memperkuat pencapaian sebagaimana yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Kami hanya sebatas menyerahkan data saja, penilaian nya dari pusat, menurut P3MD saat ini sudah mencapai 60% penginputan nya, kami targetkan di bulan depan ini selesai," kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR