BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah menyediakan dana abadi pendidikan sebesar Rp36 triliun dan terus bertambah untuk membiayai pendidikan anak-anak terbaik bangsa.

"Pendidikan berperan penting dalam pembangunan dan pengembangan SDM," kata Menko Bidang Maritim Jend (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dalam dialog nasional di kampus Darmajaya, Bandar Lampung, Selasa (4/9/2018). 



Kegiatan bertajuk Mengamalkan Nilai-nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Bermartabat itu turut dihadiri Dirut Pelindo 2  Elvyn G Masassya, Kepala L2Dikti Palembang Slamet Widodo, guru besar Darmajaya Zulkarnain Lubis, Rektor Darmajaya Firmansyah, dan dimoderatori Andi Desfiandi selaku Ketua Yayasan Alfian Husin.

Di hadapan mahasiswa dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan, Luhut menjelaskan tahun ini pemerintah membiayai pendidikan 4.000 orang untuk kuliah mulai dari S1, S2, hingga S3 di 500 perguruan tinggi terbaik dunia. "Dana ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun," ujarnya.

Selain dana abadi, pemerintah juga bersiap mengadakan training of trainer untuk melatih guru pendidikan vokasi. Pemerintah menggandeng tenaga ahli dari sejumlah negara seperti China dan Jepang untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi dan politeknik.

Luhut menjelaskan saat ini Indonesia kekurangan guru pendidikan vokasi dan politeknik. Sementara, Indonesia saat ini membutuhkan teknologi untuk kemajuan bangsa. "Kekurangan guru vokasi karena kondisi yang dibiarkan sejak bertahun-tahun lalu," ujarnya.

Kepada mahasiswa, Luhut meminta mahasiswa untuk giat mengembangkan keterampilan untuk membangun negeri. Selain cerdas, mahasiswa diminta memiliki karakter luhur sesuai 4 pilar kebangsaan. 

"Perkaya diri dengan ilmu dan leadership karena itu yang diperlukan oleh NKRI," ujarnya. 

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR