KOTABUMI (Lampost.co) -- Dengan diberlakukannya sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 untuk penerimaan siswa SMA yang diterapkan di Kabupaten Lampung Utara, dimungkinkan banyak lulusan SMP di Kecamatan Sungkai Utara terancam tidak dapat melanjutkan sekolah.

Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Kecamatan Sungkai Utara, Ria Yuliza, Kamis (7/6/2018) mengatakan dampak penerapan sistem zonasi di Kabupaten Lampung Utara yang menetapkan diterimanya siswa berdasarkan jarak tempat tinggal siswa ke sekolah yang bersangkutan untuk di wilayah Kecamatan Sungkai Utara akan menimbulkan polemik. Sebab, di wilayah administrasi Kecamatan Sungkai Utara, hanya memiliki 1 unit SMA, yakni SMAN Sungkai Utara dan tidak ada SMA swasta sebagai sekolah alternatif.



Sehingga, kata dia, untuk desa di kecamatan setempat yang memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, anak didik lulusan SMP di wilayah terpaksa tidak dapat melanjutkan sekolah karena terbatasnya zonasi merujuk radius sekolah dengan tempat tinggal.

"Hari ini, Kamis (7/6/2018) beberapa wali murid melaporkan ke kantor UPTD. Disdikbud Kecamatan Sungkai Utara yang mengeluhkan anaknya tidak dapat masuk ke SMAN Sungkai Utara, karena di luar batas zonasi yang ditetapkan merujuk petunjuk teknis PPDB 2018/2019. Sementara, di kecamatan setempat, SMAN Sungkai Utara adalah sekolah satu-satunya dan tidak ada sekolah alternatif yang lain," ujarnya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR