KUALA LUMPUR (Lampost.co)--Lebih dari 100 sekolah di Malaysia terpaksa ditutup sementara waktu, karena banyak anak-anak yang jatuh sakit. Aktivitas pembuangan limbah beracun ke aliran sungai berdampak negatif terhadap kesehatan ratusan warga Malaysia, khususnya anak-anak.

Sebuah truk diyakini membuang limbah di dekat kota industri Pasir Gudang, negara bagian Johor Selatan, pekan lalu. Akibatnya, seluruh daerah tercemar asap berbahaya dari limbah beracun. Banyak warga mengalami gejala keracunan, seperti mual dan muntah.



Sekitar 500 orang, mayoritas pelajar, mendapat pengobatan di rumah sakit setelah menghirup asap berbahaya. Jumlah korban yang dirawat mencapai 160 orang. Belum jelas jenis gas beracun yang menyebar ke berbagai wilayah.
Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, awalnya memerintahkan penutupan 43 sekolah pada Rabu (13/3) lalu. Namun, pihaknya memperluas instruksi penutupan sekolah lebih dari dua kali lipat.

"Kementerian Pendidikan memutuskan untuk segera menutup 111 sekolah di daerah Pasir gudang. Kami meminta semua pihak waspada dan mengambil tindakan pencegahan," kata Malik dalam pernyataan resmi.
Melalui akun Facebook pribadinya, Mazlee mengatakan situasi di wilayah tersebut semakin kritis. Awal pekan ini, tiga pria ditangkap karena diduga membuang limbah beracun. Salah satu terdakwa akan mengikuti persidangan dalam waktu dekat. Ancaman hukuman lima tahun penjara mengintai terdakwa, apabila terbukti melanggar undang-undang perlindungan lingkungan.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR