MESUJI (Lampost.co) -- Petani di Desa Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, terpaksa memanfaatkan air yang mulai payau untuk mengairi padi mereka, Selasa 27 Agustus 2019.

Air yang mulai memiliki rasa asin tersebut diperkirakan masih dapat dipergunakan hingga dua minggu kedepan. 



"Kami masih pakai air di saluran irigasi yang sudah mulai payau. Namun jika sudah sangat asin, air sudah tidak bisa dipergunakan lagi. Dampak musim kemarau bagi kami adalah asinnya air, bukan kekeringan," jelas Siam (43) petani di Pangkal Mas Mulya kepada Lampost.co.

Kondisi tersebut juga dipastikan oleh Danramil 426-01 Mesuji Mayor Kav A.R Chaerul dan Kabid Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Mesuji, Suwarda yang turun langsung ke lokasi tanam padi petani Mesuji Timur. 

"Di Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, juga Rawajitu Utara, musuh utamanya bukan tidak ada air, namun kondisi air yang payau. Saat ini, air masih bisa digunakan petani, mungkin hingga dua minggu depan. Kami akan terus memantau perkembangan situasi disini," jelas Suwarda. 

Suwarda juga memastikan jika sebagian besar tanam padi musim gadu di Mesuji ini aman dari dampak kemarau. Petani sebagian besar sudah mulai panen. 

"Ya, petani mulai panen. Jadi sebagian besar lahan padi masih aman," lanjut dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR