DALAM setiap kompetisi, yang perlu ditekankan adalah kesiapan untuk menang dan kalah. Kesiapan menang mendorong usaha maksimal dan ikhtiar sekuat tenaga sehingga melahirkan kompetisi yang sehat. Kesiapan kalah juga diperlukan sebagai penjaga mental sehingga mampu menguasai diri.

Menang dan kalah selalu menghiasi kompetisi, termasuk dalam politik. Semua kontestan, para tim kampanye, pendukung, dan para sukarelawan diharapkan memiliki mental juara sekaligus siap menerima kekalahan. Jangan hanya siap menang, tapi menolak berdamai dengan kekalahan.



Kita berharap elite politik mengedepankan persatuan dan kedewasaan menanggapi hasil pemilu yang masih menunggu rilis resmi Komisi Pemilihan Umum. Soal hasil pemilu masih diperdebatkan, termasuk hasil hitung cepat dan hasil exit poll.

Menanggapi hasil pemilu, capres nomor urut 01 Joko Widodo meminta para pendukungnya tetap menunggu penghitungan resmi KPU atas hasil perolehan suara Pilpres 2019. "Yang kedua, dari indikasi exit poll dan juga quick count tadi sudah kita lihat semua, tapi kita harus bersabar, bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi," kata Jokowi (detik.com).

Sementara itu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menuturkan bahwa hasil exit poll dan quick count yang digelar pihaknya menunjukkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dari pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Prabowo pun meminta para pendukungnya untuk tetap mengawal proses penghitungan suara di semua TPS. Selain itu, ia juga meminta para pendukungnya tetap tenang dan tidak terprovokasi (Kompas.com).

Imbauan kedua pasang capres menyejukkan dan mengajak semua pihak untuk tenang serta bersabar menunggu hasil resmi KPU. Para pendukung dan semua pihak juga diminta untuk menahan diri dengan tidak menyebar informasi palsu atau kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Kita beri kesempatan KPU untuk menyelesaikan tugasnya hingga tuntas.

Kita patut bersyukur bahwa pemilu serentak berjalan relatif aman dan damai. Meskipun ada kendala teknis yang dihadapi saat pemilihan digelar, termasuk ada daerah pelosok yang belum menerima surat suara, menjadi bahan evaluasi pemilu ke depan. Artinya, tidak ada hambatan berarti dalam gelaran pemilu kali ini.

Sejumlah duta besar negara sahabat juga memuji Pemilu 2019 yang dianggap berjalan damai dan lancar. Pujian itu di antaranya disampaikan Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun. Indonesia kembali menunjukkan kelasnya sebagai bangsa yang besar.

Dengan berakhirnya pemilihan umum 17 April, diharapkan kembali menyatukan semua perbedaan-perbedaan yang sempat meruncing selama masa kampanye. Untuk merekatkan kembali hubungan yang mungkin renggang selama masa kampanye, bisa dimulai dengan minum kopi bersama dan mengobrol santai soal isu lain di luar politik. Sudah lama kita enggak ngopi bareng, kawan!  

 

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR