LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 15 June
5480

Tags

LAMPUNG POST | Dalang Mencari Wayang
Iskak Susanto, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Dalang Mencari Wayang

AKHIR-akhir ini, para tetangga keheranan mendapati Mat keranjingan menonton wayang kulit. Mat bahkan seperti penggemar berat jika dalangnya Ki Kementhus. Jarak pertunjukan yang bisa mencapai puluhan kilometer dari rumah bukan halangan.
Mat pun suka mengajak teman-teman dan kerabatnya. Jika hadir di pertunjukan, Mat tidak pulang hingga acara selesai. Malahan sering paling akhir pulang dibanding penonton lainnya.
Itu kabar yang beredar di kalangan tetangga, kerabat, dan teman-teman. "Wah, gara-gara sering ke Jawa kali ya? Sekarang si Mat jadi suka wayang," cerita Kang Din saat memarkirkan sepeda motor ojeknya di warung Mbah Dul.
Kang Din pun mengungkapkan keheranan atas hobi baru tetangganya itu. Sebab, setahu dia, Mat sama sekali tidak menyukai wayang. "Kok tahu. Pernah diajak po, Kang," selidik Mas Nur.
"Pernah, tetapi waktu itu saya enggak bisa ikut. Cuma dengar cerita dari tetangga juga kalau si Mat sekarang hobi menonton wayang kulit," ujar Kang Din.
Mas Nur yang lumayan paham peta politik di kampungnya akhirnya buka suara karena tidak ingin Kang Din terjerumus pada pemahaman yang salah.
"Sini Kang, aku kasih tahu supaya paham. Pertunjukan wayang kulit itu memang dia yang buat acaranya. Dia kan tim suksesnya Pak Jun, itu loh yang nyalon kades," ujar Mas Nur.
Nah, pertunjukan wayang memang bisa menarik banyak masyarakat untuk datang. Terlebih, penonton diiming-imingi hadiah yang menggiurkan. "Kalau orang hobi wayang, enggak usah dikasih hadiah pun bakal datang. Apalagi ditaburi hadiah," lanjut Mas Nur.
Sosialisasi kepada penonton melalui dalang merupakan cara efektif. Nasihat atau saran dari dalang biasanya banyak juga yang nyangkut di hati penggemarnya. "Kalau dalang bilang si A bagus, penggemar dalang itu bisa jadi bakal milih si A."
"Wah, tetapi butuh modal banyak kalau seperti itu caranya," sela Kang Din.
Menurut Mas Nur, itu bukan beban Pak Jun karena ada juragan yang mensponsorinya. "Yang membiayai tentu saja pihak yang banyak uang, yang punya kepentingan sama yang didukung pastinya."
"Bantuan pinjam atau cuma-Cuma, Mas."
"Ya namanya pengusaha, semua pasti ada hitung-hitungannya. Apa iya mau membantu cuma-cuma," ujar Mas Nur.
Namun, Mas Nur memandang itu semua masih lumrah. Pengusaha juga kan butuh kenyamanan dan keamanan untuk melanggengkan usahanya. Yang dikhawatirkan adalah jika nantinya sang juragan bertindak sewenang-wenang terhadap pekerjanya. Bisa jadi, yang dibantu tidak berani bertindak tegas membela warganya.
Kang Din manggut-manggut. "Yang Kang Din perlu ingat, kalau pemilihan kepala kampung sudah kelar, jangan coba-coba ngajak Mat menonton wayang. Takut Kang Din kecewa saja..hehe," Mas Nur tertawa.
"Mudah-mudahan saja, yang jadi sponsornya Pak Jun, bukan dalang yang sedang mencari wayang untuk dimainkan dalam sebuah lakon. Karena kalau itu yang terjadi, penonton yang bakal kecewa," lanjut Mas Nur.
Kang Din cuma bengong, susah baginya mencerna kalimat-kalimat Mas Nur. "Yo wis ora usah dipikir. Aku tak mulang disik yo," ujar Mas Nur sembari meninggalkan warung menuju sekolah tempatnya mengajar. (*)

LAMPUNG POST
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv