PESAWARAN (Lampost.co) -- Dalam kurun dua pekan, 10—22 September 2017, Polres Pesawaran menerima tujuh laporan polisi terkait tindak kriminal di wilayah hukum setempat.
Dari tujuh laporan itu, Polres Pesawaran berhasil mengungkap lima kasus tindak kriminal berbeda dengan satu di antaranya target operasi (TO) kasus pembunuhan di wilayah hukum Polsek Kedondong.
Ketujuh laporan polisi yang diterima tersebut, di antaranya kasus pembalakan liar, perampasan ponsel atau curas, persetubuhan anak di bawah umur, senjata tajam (sajam), kasus curanmor, penipuan dan penggelapan, serta penyerobotan tanah.
Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu Hasanuddin mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan mengatakan dari tujuh laporan polisi yang diterima tersebut, petugas berhasil mengungkap lima laporan polisi.
"Dari tujuh laporan itu, petugas berhasil mengungkap lima laporan polisi, yaitu illegal logging, perampasan ponsel atau curas, persetubuhan anak di bawah umur, senjata tajam (sajam) dan curanmor.  Selain itu petugas meringkus tersangka pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Way Khilau," kata Hasanuddin saat diwawancarai ruangan kerjanya, Senin (25/9/2017).
Dia menjelaskan sementara dua kasus atau laporan polisi (LP)  masih dalam proses penyelidikan oleh petugasnya, namun sudah jelas, tinggal menunggu kelengkapan bukti untuk menjerat dan menangkap pelaku dalam kasus tersebut.
"Untuk dua kasus (penipuan-penggelapan dan penyerobotan tanah) yang belum terungkap itu, sebenarnya sudah jelas. Jika bukti kedua kasus itu  terpenuhi, petugas bisa tangkap pelakunya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas," jelasnya.
Dia menambahkan dalam upaya pencegahan tindak kriminal di wilayah hukum Polres Pesawaran melibatkan semua unsur yang ada di Polres Pesawaran seperti Sabhara, Bhabinkamtibmas, Intel, dan Reskrim itu sendiri.
"Di antaranya, patroli rutin di wilayah rawan, pada waktu dan jam tertentu, dari petugas Sabhara, kemudian mengamankan diri sendiri dan barang berharga milik pribadi, menggiatkan jaga atau ronda malam, dari Bhabinkamtibmas, membangun jaringan, petugas dari Intel dan melakukan penyelidikan dan sidik khusus petugas Reskrim," ujarnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR