BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Lampung Prambudi Rukmono menegaskan bahwa vaksin MR  sangat aman, namun seperti sifat setiap obat memiliki reaksi simpang. Reaksi simpang yang mungkin terjadi adalah reaksi lokal seperti nyeri, bengkak dan kemerahan di lokasi suntikan dan reaksi sistemik berupa ruam atau rash, demam, dan reaksi simpang tersebut akan sembuh dengan sendirinya.
"Semua negara di dunia sampai sekarang melakukan imunisasi rutin pada bayi dan anaknya, karena adanya bukti yang tidak terbantahkan bahwa imunisasi mencegah, wabah, sakit berat, cacat dan kematian," kata dia

Measles dengan nama lain campak bisa mengakibatkan kecacatan, sehingga tidak ada terapi atau pengobatan, hanya bisa dilakukan dengan imunisasi, sehingga ketika terjadi komplikasi penyakit seperti gangguan pendengaran, radang otak, kelainan jantung, dan sebagainya, hal ini hanya diobati penyakitnya, bukan virusnya.
"Semua virus menimbulkan kemerarahan. Jika tidak ada komplikasi akan hilang dengan sendirinya, sifatnya yang sebentar inilah merusak organ tubuh. Virus ini menyebabkan kecatatan," ujar Prambudi.
Sesuai amanah undang-undang, vaksin imunisasi wajib dilakukan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan rekomendasi, dukungan pelaksanaan program imunisasi termasuk Measles dan Rubella.
Dia menegaskan, vaksin MR sangat aman, reaksi hanya lokal suntikan, dan reaksi sistematik.
Selama ini, kata dia, banyak orang tua yang menghawatirkan kondisi anak pasca vaksin seperti demam, nyeri, kejang, dan sebagainya.
"Tingkat efektifitas vaksin ini mencapai 90-100%. Sekali disuntik memberi kekebalan seumur hidup," tandasnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR