BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pejabat Sementara Kasubdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung, Kompol I Ketut Suryana, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring terhadap grup Lampung Memilih Gubernur, dan juga akun yang berpotensi menimbulkan ujaran kebencian, dan penyebaran informasi hoaks.

"Kita dibantu cybertroops, aktif monitoring," katanya di Mapolda.
Selama ini, memang belum banyak yang ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke ranah pidana, terutama pelanggaran UU ITE. Apalagi dalam perkara ITE dan hate speech, Polda tidak perlu menunggu laporan resmi, jika ditemukan dan dua alat bukti minimal dinyatakan cukup, polisi bisa menangkal, jenis laporan juga tipe A.
"Kalau ditemukan ada, pasti kita tangkap. Yang baru terindikasi, ya Suyanto yang gunakan akun Facebook temannya, Fitrah Wong," katanya.
Beberapa kejadian ujaran kebencian, di sosial media belakang memang kerap terjadi, dan pelakunya berasal dari Lampung.
Tercatat dari 2017-2018 terdapat lima pelaku yang memosting ujaran kebencian baik terhadap partai, maupun kepolisian.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR