WAY KANAN (Lampost.co)--DI antara batu yang menghampar kokoh dan elok, air itu mengalir deras. Tidak hanya itu, pohon rimbun di sekitar ditingkahi semilir angin menambah sejuk suasana. Seperti itulah pemandangan menawan Curug Kinciran di Kampung Bengkulu Tengah, Kecamatan Gununglabuhan, Way Kanan. Keelokan panorama itu berkurang lantaran minimnya fasilitas wisata yang bisa dimanfaatkan.

Kepala Kampung Bengkulu Tengah Syarif mengungkapkan fasilitas umum, seperti rumah pohon dan WC umum, belum ada karena ada kendala dari si pemilik tanah. Namun, ia berharap ada titik terang dalam persoalan itu.



"Kendala untuk mengeksplorasi Curug Kinciran ini hanya satu, yakni tanah tersebut masih milik perseorangan, si pemilik tanah tidak menghibahkan tanahnya untuk kampung atau masyarakat," kata dia, beberapa hari lalu.

Syarif melanjutkan untuk menuju lokasi bisa dilalui dengan mobil. Namun, hanya 50 meter dari jalan kabupaten dan 50 meter lagi bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Suhaili (45), warga Kampung Kayubatu, Kecamatan Gununglabuhan, menjelaskan pemandangan Curug Kinciran asri dan baik untuk berwisata air. Namun, tempat wisata tersebut belum sepenuhnya dikelola dengan baik karena fasilitas umumnya belum ada.

"Harapan masyarakat setempat adalah Curug Kinciran dapat di kelola dengan baik dan para pengunjung dapat lebih betah lagi menikmati wisata air tersebut," ujarnya.

 

Kerja Sama

Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Way Kanan Edwin Hendri mengungkapkan Pemkab telah menyampaikan kepada pemerintah kampung dan warga setempat untuk bekerja sama mengelola Curug Kinciran. Sebab, dengan bergerak dan membangun fasilitas di Curug Kinciran bisa mendongkrak penghasilan masyarakat setempat.

"Kami sudah menyampaikan kepada pemerintahan kampung untuk membangun fasilitas jalan dan lainnya dengan menggunakan anggaran desa. Sebab, jika Pemkab dan pemerintah kampung bisa bekerja sama dengan baik dalam pengelolaan wisata, semua potensi wisata di Way Kanan menjadi maksimal," ujar dia, beberapa hari lalu.

Menurut Edwin, dinamakan Curug Kinciran karena dahulu sering dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Hingga kini masih sedikit turis dari luar daerah yang mengetahui adanya pemandangan alam nan menawan di Curug Kinciran.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR